kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.912   42,00   0,24%
  • IDX 5.672   -148,76   -2,56%
  • KOMPAS100 733   -19,19   -2,55%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,60   -2,28%
  • IDX30 318   -7,29   -2,24%
  • IDXHIDIV20 392   -8,84   -2,21%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,50%
  • IDXQ30 102   -2,38   -2,27%

Kementerian ESDM surati Kemendag soal wajib kapal ekspor batubara


Jumat, 21 Februari 2020 / 16:08 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menyiram batubara asal Sumatera yang akan diolah sebelum dikirim ke industri di penimbunan sementara Cilincing, Jakarta Utara (7/2). Kebijakan wajib angkutan laut nasional untuk ekspor batubara dinilai memberatkan pelaku usaha. KONTAN/Muradi/07/02


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mencemaskan implementasi dari aturan tersebut. Berdasarkan data APBI, produksi batubara termal pada tahun 2018-2019 rerata mencapai sekitar 50 juta ton per bulan. Volume itu terbagi sekitar 11 juta-12 juta ton per bulan untuk konsumsi domestik dan sekitar 35 juta - 38 juta ton per bulan untuk pasar ekspor.

Produksi tersebut diperkirakan tidak banyak berubah di tahun ini. Namun, volume konsumsi domestik diproyeksikan akan naik 10%-15% di tahun ini. Masalahnya, jumlah armada kapal curah Indonesia secara keseluruhan (non semen) yang berusia di bawah 20 tahun hanya ada 69 kapal dengan DWT (tonase bobot mati) hanya sekitar 3,5 juta metrik ton.

Baca Juga: APBI Khawatirkan wajib kapal nasional untuk ekspor batubara, ini kata pengamat

Sedangkan total aliran ekspor batubara per bulan lebih dari 10 kali lipat jumlah DWT kapal tersebut. Apalagi kapal-kapal tersebut juga sudah ada yang berkomitmen untuk melayani pengangkutan lain seperti smelter domestik dan PLN.

Kapal nasional berukuran Panamax atau kapal seukuran 60.000 DWT pun masih minim, yakni 18 unit. Padahal, kapal ukuran Panamax mutlak dibutuhkan untuk rute ekspor seperti China, India, Taiwan, Korea dan Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×