kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Kementerian PUPR: Industri properti menjadi multiplier effect untuk 140 industri lain


Rabu, 26 Agustus 2020 / 15:27 WIB
Kementerian PUPR: Industri properti menjadi multiplier effect untuk 140 industri lain
ILUSTRASI. Warga melintas di area perumahan bersubsidi di Bogor, Jumat (29/5/2020).


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menyatakan program sejuta rumah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah guna mendukung pemulihan perekonomian nasional sekaligus upaya mendorong gairah industri properti.

Dalam acara press conference Peringatan Hari Perumahan Nasional (Happernas) XII, Khalawi menyatakan jika sektor properti dapat menjadi salah satu leading sector atau multiplier effect yang besar dalam menggerakkan lebih dari 140 industri terkait.

"Sektor properti dapat menjadi salah satu leading sector, karena memiliki multiplier effect yang besar dalam menggerakkan lebih dari 140 industri lainnya, seperti material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu, dan seterusnya," ujarnya di gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (26/8).

Baca Juga: Jokowi minta kawasan industri kerjasama dengan pendidikan vokasi

Lebih jauh, pihaknya menyatakan akibat pandemi pihaknya mencatat dampak kepada pengembang properti adalah menurunnya produksi dan permintaan runah sehingga stock yang ada sulit terjual, lalu efisiensi terhadap fixed dan variable cost menyebabkan terlambatnya serah terima rumah kepada konsumen.

Lalu, hal ini juga menyebabkan terhambatnya proses perizinan lahan hingga menurunnya kemampuan pembayaran kewajiban ke perbankan.

Melihat hal itu, Pemerintah mendukung industri properti dengan menyediakan instruksi menteri PUPR No 02/IN/M/2020. Instruksi ini berisi protokol pencegahan COVID-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. "Kami juga terus menggerakkan program padat karya. Jadi, kami ingin menopang sektor informal dengan menawarkan pekerjaan mesin dan penggunaan produk dalam negeri," sambung dia.

Baca Juga: Industri semen terpapar pandemi, begini strategi Semen Indonesia (SMGR)

Dia menyambung lagi, pihaknya juga mendukung pemanfaatan produk UMKM dalam pembangunan rumah untuk masyarakat dengan Risha, Ruspin, Tandon, dan Biodigester. "Selain itu juga mendukung pengembangan kawasan industri dengan membangun Rusun pekerja di kawasan industri seperti di Batang, Jawa Tengah dan Subang, Jawa Barat," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×