kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.804   -26,00   -0,15%
  • IDX 8.272   140,44   1,73%
  • KOMPAS100 1.167   21,46   1,87%
  • LQ45 839   9,77   1,18%
  • ISSI 295   6,95   2,41%
  • IDX30 434   3,47   0,80%
  • IDXHIDIV20 518   -0,64   -0,12%
  • IDX80 130   2,22   1,73%
  • IDXV30 142   1,07   0,76%
  • IDXQ30 140   -0,12   -0,08%

Kemperin : Industri kuningan bisa manfaatkan bahan baku daur ulang


Senin, 26 Maret 2018 / 18:04 WIB
Kemperin : Industri kuningan bisa manfaatkan bahan baku daur ulang
ILUSTRASI. Direktur Jenderal ILMATE Harjanto menyerahkan pataka kepada Ketua Umum GIPELKI Eric Wijaya


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian terus mendorong produksi industri berbasis kuningan di dalam negeri melalui pemanfaatan daur ulang bahan baku kuningan atau tembaga dari sisa peralatan rumah tangga atau proyek yang sudah tidak terpakai.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto menjelaskan upaya ini menjadi wujud untuk pelestarian lingkungan. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang saat ini modern, kualitas tetap terjaga dengan bahan baku daur ulang ini.

Harjanto menambahkan, industri kuningan dalam negeri saat ini mampu menghasilkan produk casting (peleburan) dan ekstrusi, di antaranya berupa valve, meteran air, serta produk kawat dan turunannya. “Dengan industri kuningan dalam negeri yang masih menggunakan bahan baku berasal dari skrap, memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi dan juga pengendalian lingkungan yang lebih sederhana dibandingkan industri logam dasar yang berasal dari alam,” kata Harjanto pada acara Pelantikan Pengurus Gabungan Industri Peleburan Kuningan Indonesia (Gipelki) di Jakarta, Senin (26/3).

Harjanto menambahkan ada porsi skrap kuningan yang masih dapat diekspor. Apalagi, pada 2017, industri logam mencatat pertumbuhan sebesar 5,87% atau di atas pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,07%. 

Saat ini, pertumbuhan industri logam dasar masih ditopang dari sektor besi baja, aluminum, nikel, tembaga, dan timah.

“Dengan keberadaan Gipelki, kami harapkan dapat memfasilitasi identifikasi kebutuhan bahan baku skrap kuningan,” tutur Harjanto.

Sementara itu, Ketua Umum Gipelki Eric Wijaya yang juga Komisaris PT Prima Copper Industri menuturkan, kebutuhan skrap kuningan untuk industri peleburan kuningan di Indonesia diperkirakan 25.000 ton per tahun atau senilai Rp 2,5 triliun.

“Dari skrap tersebut, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Gipelki telah memproduksi segala jenis produk kuningan dan berhasil menjualnya untuk industri dengan merek dunia,” ujarnya dalam keterangan pers (26/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×