kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kenaikan harga bawang dipicu distribusi tak merata


Sabtu, 14 Mei 2016 / 18:30 WIB


Sumber: Antara | Editor: Dikky Setiawan

PALEMBANG. Sekretaris Kementerian Perdagangan, Sri Agustina mengatakan ketidakmerataan distribusi bawang dari sentra produksi ke daerah lain menjadi penyebab utama naiknya harga di pasaran.

"Sebenarnya jika dibandingkan antara produksi dan konsumsi, bawang justru surplus, tapi persoalannya distribusinya tidak merata, sehingga untuk daerah yang tidak kebagian atau tersendat pengirimannya dipastikan harganya melambung seperti terjadi pada bulan lalu," kata Sri di Palembang, Sabtu (14/5).

Ia yang dijumpai seusai acara pasar murah gula di Pasar Cinde Palembang mengemukakan, menjaga stabilitas harga bawang juga tidak mudah karena komoditas ini tergolong tidak bisa distok lama sehingga harus segera dilepas di pasar.

Selain itu kebutuhan petani yang tinggi terhadap uang tunai kerap membuat mereka telah menjual bawang justru sebelum dipanen (saat panen sudah milik tengkulak).

"Terkait ini, pemerintah berupaya mengeliminasinya dengan pembelian oleh Bulog, sehingga harga yang terbentuk di tingkat petani menjadi sesuai," kata dia.

Sementara ini, Bulog telah melakukan pembelian di sentra bawang di Cirebon, Tumanggung, Brebes, dari 23 sentra yang ada di Jawa.

Dengan begini, pemerintah optimistis bahwa kebutuhan bawang di Jawa dapat teratasi, begitu juga dengan di Sumatera.

"Hanya daerah Indonesia Timur saja yang masih rawan, tapi tidak bisa juga divonis seperti itu karena ini sedang proses dan Bulog menargetkan bisa melakukan banyak pembelian di sentra produksi bawang," kata dia.

Saat ini harga bawang yang terbentuk di pasaran secara rata-rata nasional Rp34 ribu per kg, atau masih jauh dari harga acuan Rp25.600.

Ke depan, untuk lebih menstabilkan harga bawang yang menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi, pemerintah akan memerintahkan Bulog untuk lebih aktif dalam pembelian bawang di sentra produksi.

Kemudian, mengembangkan perdagangan online antarpengepul dan antarkonsumen untuk mengurangi biaya sehingga harga yang terbentuk di pasaran menjadi lebih terjangkau masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×