kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kencana Energi Lestari (KEEN) Siapkan Capex Sekitar US$ 30 Juta pada Tahun Ini


Kamis, 11 Januari 2024 / 19:11 WIB
Kencana Energi Lestari (KEEN) Siapkan Capex Sekitar US$ 30 Juta pada Tahun Ini
ILUSTRASI. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang dikembangkan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN).


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) bakal melanjutkan agenda ekspansi tahun ini. Corporate Secretary KEEN, Diana Limardi, mengatakan bahwa sampai saat ini KEEN menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 30 juta untuk membiayai sejumlah proyek.

“Sumber pendanaan KEEN adalah dari modal sendiri (equity) dan dari pinjaman kepada bank maupun institusi keuangan lain,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Kamis (11/1).

Menurut rencana, sebanyak dengan rincian US$ 2,5 juta dari capex yang dianggarkan bakal dialokasikan membiayai menyelesaikan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Ordi Hulu yang berada di wilayah Pakpak Bharat, Sumatera Utara. 

PLTM dengan kapasitas 10 megawatt (MW) tersebut ditargetkan memasuki tahapan commercial operation date (COD) pada kuartal I tahun 2024 ini. Sementara itu, anggaran sebanyak US$ 27,5 juta lainnya dialokasikan untuk membiayai konstruksi PLTM Salu Noling di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Siapkan Capex Rp 1,5 Triliun, Begini Strategi Adi Sarana Armada (ASSA) di 2024

Pengerjaan konstruksi PLTM yang juga berkapasitas 10 MW ini direncanakan bisa dimulai pada kuartal II tahun 2024 ini. Target KEEN, PLTM Salu Noling bisa memasuki tahapan COD pada kuartal II 2026 mendatang.

“Tidak terbatas pada proyek PLTM Salu Noling dan PLTM Ordi Hulu,  KEEN juga selalu siap untuk pengembangan proyek baru jika memenangkan tender, dan juga untuk mengakuisisi proyek-proyek baru yang memiliki project parameter yang bagus,” imbuh Diana.

Diana bilang, KEEN bakal terus berupaya  proyek-proyek baru, baik melalui tender, kerjasama dengan pemilik proyek potensial, maupun dengan akuisisi proyek.

Proyek yang dibidik tidak hanya terbatas pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA), tetapi juga sumber energi terbarukan lain seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), dan lain sebagainya.

“Dalam jangka waktu terdekat, sesuai dengan pipeline proyek KEEN yang sudah sering dipublikasikan, KEEN juga akan berpartisipasi tender EBT PLN jika ada yang dibuka lagi di tahun ini,” imbuh Diana.

Mengintip laporan keuangan interim perusahaan, jumlah aset KEEN berada di angka US$ 336,47 juta per 30 September 2023 lalu, terdiri atas ekuitas sebesar US$ 187,62 juta dan liabilitas US$ 148,84 juta.

Baca Juga: Panorama Sentrawisata (PANR) Yakin Kinerja 2024 Kembali Pulih Seperti Sebelum Pandemi

Dus menurut hitungan kasar Kontan.co.id, rasio utang terhadap modal alias debt-to-equity ratio (DER) KEEN berada di angka 0,79x per 30 September 2023.

Sementara itu, kas dan setara kas KEEN berjumlah US$ 2,68 juta per 30 September 2023, turun 31,07% jika dibandingkan kas dan setara kas awal tahun 2023 yang berjumlah US$ 3,89 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×