Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) membukukan penjualan dan pendapatan jasa senilai Rp 5,93 triliun pada tahun 2025. Top line ISSP mengalami penurunan 2,94% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan capaian Rp 6,11 triliun pada tahun sebelumnya.
Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (18/2/2026), pasar lokal berkontribusi sekitar 96,79% terhadap penjualan dan pendapatan jasa ISSP sepanjang tahun lalu. Produsen pipa baja yang dikenal dengan nama Spindo ini membukukan Rp 5,74 triliun dari pasar lokal, atau mengalami penurunan 3,36% (yoy).
Pada tahun lalu, Spindo menjual produk pipa spiral senilai Rp 1,14 triliun, pipa hitam senilai Rp 1,07 triliun, dan pipa mekanis sebesar Rp 925,20 miliar. Selain itu, Spindo juga membukukan pendapatan dari penjualan produk pipa air, strip dan plat, pipa perabot, pipa stainless, tiang, serta jasa dan lain-lain.
Baca Juga: SRC Gelar Pesta Retail 2026 di Yogyakarta, Tegaskan Komitmen Pemberdayaan UMKM
Sementara itu, kontribusi dari ekspor naik 3,81% (yoy) dari Rp 176,92 miliar menjadi Rp 183,67 miliar. Pada tahun lalu, Spindo mencatakan pendapatan ekspor dari penjualan pipa hitam, pipa air, serta jasa & lain-lain.
Di tengah penurunan penjualan dan pendapatan jasa, beban pokok pendapatan Spindo menyusut sebanyak 4,19% (yoy) menjadi Rp 4,80 triliun. Hasil ini mengangkat perolehan laba kotor Spindo sebanyak 2,72% (yoy) dari Rp 1,10 triliun menjadi Rp 1,13 triliun pada 2025.
Spindo pun mampu menjaga pertumbuhan laba, dengan meraih laba bersih sebesar Rp 534,24 miliar sepanjang tahun lalu. Keuntungan Spindo tumbuh tipis 0,78% dibandingkan laba bersih yang dibukukan pada tahun 2024 senilai Rp 530,08 triliun.
Sejalan dengan itu, laba per saham dasar ISSP naik tipis dari Rp 75,03 pada 2024 menjadi Rp 75,72 per akhir 2025. Sampai dengan 31 Desember 2025, jumlah aset Spindo tercatat senilai Rp 8,79 triliun. Spindo memiliki liabilitas sejumlah Rp 3,12 triliun, dengan jumlah ekuitas senilai Rp 5,67 triliun.
Sementara posisi kas dan setara kas akhir tahun Spindo tercatat sebesar Rp 956,52 miliar pada 2025. Meningkat dari posisi kas dan setara kas tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 503,64 miliar.
Baca Juga: Strategi J&T Express Hadapi Lonjakan Pengiriman Selama Ramadan 2026
Selanjutnya: Utang Luar Negeri Diproyeksi Bertambah, Ekspor hingga Pengelolaan Utang Perlu Dijaga
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Palangkaraya dan Sekitarnya, Lengkap Sebulan!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)