Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Agrinas Pangan Nusantara mengamankan kontrak pengadaan 105.000 kendaraan niaga dari dua pabrikan otomotif India untuk memperkuat distribusi pangan dan mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dari total tersebut, 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok oleh Mahindra & Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors, terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota membenarkan pengadaan tersebut. Ia menyebut sebagian kendaraan dalam kondisi utuh sudah tiba di Indonesia dan akan digunakan untuk operasional koperasi guna memperkuat rantai pasok pangan di tingkat desa.
Agrinas menegaskan pemilihan produsen India didasarkan pada kemampuan pasok skala besar, harga yang kompetitif, serta kesiapan unit dalam waktu cepat sesuai kebutuhan program nasional.
Baca Juga: Celios: Tanpa Solusi, Larangan Impor Pakaian Bekas Tak Efektif Dorong Industri Lokal
Sebagai BUMN yang ditugaskan membangun Koperasi Merah Putih, pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia, dengan 30.000 unit di antaranya ditargetkan terbangun hingga pertengahan 2026.
"Armada kendaraan ini diposisikan sebagai tulang punggung distribusi logistik desa," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (17/2/2026).
Dari sisi pemasok, CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Nalinikanth Gollagunta menyatakan penempatan Scorpio Pik Up dalam proyek koperasi akan memperkuat fondasi logistik yang menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien.
Ia juga menilai volume kemitraan ini akan mendorong ekspansi internasional perseroan secara signifikan, mengingat pesanan 35.000 unit tersebut melampaui total volume ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025.
Sementara itu, Tata Motors mengamankan pesanan 70.000 kendaraan komersial yang akan disalurkan melalui anak usahanya, PT Tata Motors Distribusi Indonesia, sebelum diteruskan ke Agrinas.
Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia Asif Shamim menyebut kontrak ini mencerminkan meningkatnya penerimaan kendaraan komersial India di pasar internasional serta kepercayaan terhadap keandalannya di berbagai kondisi.
Baca Juga: Ancaman Impor Baja: Menkeu Purbaya Berjanji Lindungi Produsen Lokal
Tata Motors juga menilai proyek ini mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui penguatan konektivitas pedesaan, distribusi hasil panen, dan ketahanan ekonomi desa.
Sebelumnya, pada 5 Desember 2025, Agrinas bekerja sama dengan RMA Indonesia menghibahkan empat unit Mahindra Scorpio Double Cabin 4x4 kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Dalam uji operasional, kendaraan tersebut dinilai mampu melintasi medan berat sekaligus mengangkut logistik dan personel.
Di sisi lain, ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai proyek KDKMP berpotensi menimbulkan konsekuensi bagi desa dan pelaku usaha lokal.
Baca Juga: Impor Truk China Gerus Pasar Karoseri, ASKARINDO Minta Regulasi Pro Industri Lokal
Ia menyoroti pemotongan lebih dari 58% dana desa untuk program ini yang dinilai dapat mengurangi kemandirian desa dalam menentukan prioritas pembangunan.
Menurutnya, impor kendaraan dalam jumlah besar berisiko mengalirkan dana ke luar negeri dan membuat industri otomotif nasional kurang berperan, terlebih tidak semua desa membutuhkan skema koperasi yang seragam.
Selanjutnya: Atlet Lari Robi Syianturi Pecah Rekor di Sevilla Marathon 2026
Menarik Dibaca: Atlet Lari Robi Syianturi Pecah Rekor di Sevilla Marathon 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)