kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kendaraan taktis Pindad ikut konsumsi bahan bakar B20


Minggu, 16 September 2018 / 17:20 WIB
Kendaraan taktis Pindad ikut konsumsi bahan bakar B20
ILUSTRASI. Pindad


Reporter: Patricius Dewo | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kendaraan taktis (rantis) buatan PT Pindad (persero) bakal mengakomodasi mesin dengan bahan bakar biodiesel 20% atau B20. Produsen alat militer Tanah Air ini mengatakan telah mengembangkan teknologi sehingga bisa mendukung penggunaan B20 ini.

"Ada perubahan pada sistem engine, nozle, dan filter," ujar Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose di Kantor Pusat PT Pindad (persero), Bandung. Sabtu, (15/9).

Adapun B20 ini telah digunakan pada Rantis Komodo 4x4 yang digunakan oleh para prajurit TNI dan Polri sebagai kendaraan operasional.

Abraham juga bilang bahwa penggunaan B20 tersebut dimaksudkan untuk menjawab tantangan penggunaan pengembangan energi terbarukan yang nantinya juga akan dikonversikan sampai B50.

"Konversi ke biodesel merupakan inovasi karena pengunaan bahan bakar nabati atau biodiesel ini kerap diragukan karena dianggap tidak cocok dengan mesin, terutama untuk peralatan berat," kata Mose, Sabtu (15/9).

Selain untuk Rantis, PT Pindad juga menerapkan teknologi serupa pada industri manufaktur alat berat seperti ekskavator dan alat mesin pertanian (Alsintan). Ia bilang bahwa proyek tersebut merupakan inisiasi bersama dengan Kementerian Perdagangan yang sedang berupaya untuk menekan impor alat berat dan produk pertahanan dan keamanan (hankam), sekaligus meningkatkan potensi produk yang bisa dieskpor.

"Produk ekspor juga kita akan terapkan teknologi yang sama sehingga pembeli nantinya bakal menyesuaikan," pungkasnya.

Untuk informasi, pada akhir Agustus lalu pemerintah sempat meluncurkan kebijakan penggunaan biodiesel 20 persen (B20) untuk sektor Public Service Obligation (PSO) maupun non PSO. Kebijakan penggunaan bahan bakar campuran minyak sawit ini sebelumnya baru diterapkan pada penugasan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×