kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kerjasama dengan Lion Parcel, KALOG targetkan pertumbuhan 30%


Jumat, 08 Maret 2019 / 16:13 WIB
Kerjasama dengan Lion Parcel, KALOG targetkan pertumbuhan 30%


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Kereta Api Logistik (KALOG) targetkan tahun ini dapat tumbuh 30%. Adapun hal tersebut didorong dari kerja sama yang dilakukan perusahaan dengan PT Lion Express yang dikenal Lion Parcel untuk pengiriman di luar Pulau Jawa.

Junaidi Nasution, Pelaksana Tugas Direktur Utama KALOG menyebutkan bahwa tahun ini pihaknya mematok pertumbuhan kontribusi meningkat 30% kepada induk usahanya, PT Kereta Api Indonesia (Persero). "Kami harapkan bisa tumbuh 20%-30%," ujarnya di kantor Lion Parcel, Jakarta, Jumat (8/3).

Menurutnya hal tersebut lantaran support yang dapat diberikan Lion Parcel untuk mengantarkan barang ke luar Pulau Jawa. Ia pun menegaskan bahwa pihaknya saat ini mayoritas mengirimkan barang-barang dengan terkonsentrasi di Pulau Jawa saja.

Walaupun begitu, ia melihat bahwa sejak adanya kenaikan tarif surat muatan udara (SMU) permintaan dari KALOG sendiri tumbuh 20%. Oleh sebab itu, dengan semakin besarnya market hasil kerja sama, perusahaan optimis target tersebut tercapai. Adapun untuk load factor dari tiap pengirimannya sendiri disebutnya sejauh ini terus stabil di angka 80%.

Sedangkan untuk kontribusi KALOG terhadap PT KAI sepanjang tahun lalu disebutnya mencapai Rp 400 miliar yang mana angka tersebut stabil apabila dibandingkan dengan tahun 2017. "Kontribusi pendapatan 10%-20% ke KAI. Dari logistik saja sepanjang 2018 menyumbang sekitar Rp 300 miliar - Rp 400 miliar dan itu stabil dengan tahun 2017," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×