kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hanggar Pondok Cabe Jadi Basis MRO GMF AeroAsia, Perkuat Industri Aviasi Nasional


Kamis, 14 Mei 2026 / 11:26 WIB
Hanggar Pondok Cabe Jadi Basis MRO GMF AeroAsia, Perkuat Industri Aviasi Nasional
ILUSTRASI. Operasional Bandara Pondok Cabe - Pelita Air Service (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fasilitas Hanggar Bandara Pondok Cabe yang merupakan aset PT Pertamina (Persero) di bawah pengelolaan PT Pelita Air Service (Pelita Air) memasuki babak baru dalam penguatan industri penerbangan nasional.

Fasilitas bersejarah yang telah mendukung operasional Pelita Air selama lebih dari lima dekade tersebut kini resmi difungsikan sebagai basis pendukung perawatan pesawat turbo propeller oleh GMF AeroAsia, perusahaan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) terbesar di Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri aviasi domestik melalui kolaborasi antarentitas nasional. Kehadiran fasilitas MRO di Pondok Cabe diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapasitas perawatan pesawat dalam negeri, serta mendukung kemandirian sektor penerbangan Indonesia.

Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan, mengatakan tantangan industri penerbangan ke depan semakin kompleks. Menurutnya, dinamika operasional hingga fluktuasi biaya membuat industri harus bergerak lebih agile dan adaptif.

Dengan demikian, sinergi antarentitas menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri penerbangan nasional di tengah tantangan global.

Baca Juga: Libur Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Kereta Tembus 196.302 Orang dalam Sehari

“Hal tersebut memerlukan keterbukaan antarentitas untuk berbagi kapabilitas dan memanfaatkan potensi secara kolektif. Inilah fondasi yang akan memperkuat daya saing industri kita di masa depan," ujar Dendy, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Pelita Air berharap keberadaan fasilitas kolaboratif di Pondok Cabe dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memberikan dampak positif bagi aktivitas industri dan masyarakat di sekitar kawasan bandara.

Selain itu, pengembangan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi Pondok Cabe sebagai salah satu pusat keunggulan teknis penerbangan strategis di Indonesia.

“Sekaligus memperkuat posisi Pondok Cabe sebagai salah satu pusat keunggulan teknis penerbangan yang strategis di Indonesia,” tambahnya.

Dendy menambahkan, kolaborasi ini merupakan langkah nyata Pelita Air dalam mentransformasi aset historis menjadi nilai ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, penggabungan infrastruktur strategis Pelita Air dengan keahlian teknis GMF AeroAsia dapat menciptakan standar baru dalam sinergi industri aviasi nasional.

“Dengan menyatukan infrastruktur strategis Pelita Air dan keahlian teknis GMF AeroAsia, kemitraan ini menjadi standar baru dalam sinergi industri aviasi, dalam membangun ekosistem penerbangan yang lebih efisien, mandiri, dan siap menjawab tantangan global ke depannya,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×