kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kerjasama DKP dan Korea Terancam Batal


Senin, 20 April 2009 / 10:50 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perjanjian kerjasama antara Departemen Kelautan dan Perikanan dengan Korean Institut Bioenergi Technology (KITECH) dari Korea Selatan tentang pengembangan rumput laut sebagai sumber energi terbarukan terancam berhenti.

Adalah Direktur Usaha dan Investasi Departemen Kelautan dan dan Perikanan (DKP) Victor P.H. Nikijuluw yang menyampaikan kabar buruk ini. "Faktor krisis ekonomi global rupanya mempengaruhi rencana bisnis mereka," ujarnya akhir pekan lalu.

Kerjasama ini rencananya akan berbentuk upaya untuk memanfaatkan rumput laut sebagai sumber energi. Mereka akan menyusun rencana besar, road map, serta model dan kegiatannya. DKP menilai Korea Selatan mempunyai teknologi untuk itu.

Menurut Soenan H. Poernomo, Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi DKP, pemakaian rumput laut sebagai sumber energi alternatif merupakan hal baru. Mikro alga sebagai biodisel lebih kompetitif dibandingkan komoditas lainnya. Satu hektare (ha) lahan mikro alga dapat menghasilkan 58.700 liter biodisel per tahun. Adapun satu hektare jagung hanya menghasilkan 172 liter setahun dan kelapa sawit menghasilkan biodisel 5.000 liter per tahun.

Luas area yang tersedia untuk budidaya rumput laut mencapai 1.110.900 ha, tetapi baru lahan seluas 222.180 ha (20%) yang dimanfaatkan.

Walau kerjasama di bidang energi itu terancam berhenti, rencana investasi beberapa perusahaan di rumput laut masih berjalan. "Sudah ada investor Korea Selatan yang memanfaatkan rumput laut di Nusa Tenggara Timur untuk pabrik kertas mereka," ujar Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP, Martani Husain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×