kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PHE Klaim Berhasil Cetak Efisiensi US$ 635 Juta pada Tahun 2025


Kamis, 14 Mei 2026 / 15:54 WIB
PHE Klaim Berhasil Cetak Efisiensi US$ 635 Juta pada Tahun 2025
ILUSTRASI. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) (DOK/PHE)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengklaim sukses mencetak efisiensi yang signifikan sepanjang tahun lalu. Subholding Upstream Pertamina ini membukukan realisasi cost optimization sebesar US$ 635 juta melalui program Optimus 2025, melonjak jauh dari target awal yang ditetapkan sebesar US$ 250 juta.

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah menyampaikan, capaian tersebut setara dengan kontribusi 57% terhadap total optimasi biaya di lingkungan Pertamina.

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa di tengah berbagai tantangan, kita tetap mampu menghadirkan kinerja unggul melalui disiplin eksekusi dan semangat perbaikan berkelanjutan," ujarnya melalui ketarangan resmi, Kamis (14/5).

Baca Juga: Target Citra Nusantara (CGAS) pada 2026: Laba Bersih Tumbuh 50% dan Ekspansi LNG

Memasuki tahun 2026, Whisnu mengakui tantangan yang dihadapi bakal semakin kompleks, terutama dengan ruang optimalisasi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang kian terbatas.

Selain itu, kondisi lapangan minyak dan gas (migas) yang mayoritas telah masuk kategori mature dan mengalami penurunan produksi (declining) turut memperberat beban operasional.

Senada, Komisaris PHE, Nanang Untung menegaskan bahwa strategi perusahaan tahun ini akan bertumpu pada tiga pilar utama, yakni revenue growth, efisiensi, dan cost avoidance.

"Lapangan yang kita kelola sebagian besar sudah mature dan declining. Ini membuat tantangan semakin besar, namun sekaligus membuka peluang untuk melakukan optimalisasi yang lebih kreatif dan terukur," ungkapnya.

Ia menilai dinamika eksternal, seperti potensi kenaikan harga minyak dunia dan kenaikan kebutuhan energi nasional, tetap menjadi peluang manis yang bisa digarap. Namun, Nanang menekankan, peluang tersebut hanya bisa dioptimalkan dengan semangat inovasi dan keberanian berpikir di luar kebiasaan.

"Jika seluruh perwira memiliki dorongan yang sama, maka peluang akan muncul dan bisa direalisasikan," tambahnya.

Untuk diketahui, program Optimus di lingkup Subholding Upstream Pertamina kini telah memasuki tahun ke-6. Whisnu berharap program ini terus menjadi penggerak lahirnya terobosan baru demi menjaga ketahanan energi nasional. 

"Ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari upaya strategis perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

Baca Juga: Penjualan Isuzu Tumbuh 13,9% di Tengah Pelemahan Rupiah, Harga Mobil Belum Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×