kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.733
  • SUN91,55 0,32%
  • EMAS606.005 0,17%

Ketua Koperasi PIBC menepis tudingan Mentan soal kecurangan beras

Kamis, 08 November 2018 / 22:19 WIB

Ketua Koperasi PIBC menepis tudingan Mentan soal kecurangan beras
ILUSTRASI. Aneka jenis beras



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai melakukan operasi pasar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengindikasikan ada kecurangan yang dilakukan pedagang beras dengan mengganti kualitas medium menjadi premium.

Namun hal ini dibantah oleh Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, Zulkifli Rasyid. Ia menyebutkan, kadar broken (beras patahan) untuk medium adalah 15% sehingga tidak mungkin bisa dijual sebagai premium.


"Beras medium itu tidak akan pernah dijadikan beras premium. Ini karena kadar broken-nya saja 15% untuk medium. Jadi mustahil medium bisa dibuat menjadi premium," kata Zulkifli kepada Kontan.co.id, Kamis (8/11).

Pernyataan ini bertolak belakang dengan statement Arief Prasetyo selaku Dirut Food Station. Arif menyebut bahwa beras premium saat ini kadarnya adalah 15% broken, di mana ini tertuang dalam dalam Permentan Nomor 31/Permentan/PP.130/8/2017 tentang Kelas Mutu Beras.

Dalam Permentan tersebut dikatakan beras medium, derajat sosohnya 95%, kadar air 14%, dan broken 25%. Sementara beras premium maksimal derajat sosohnya 95%, kadar air 14%, dan broken 15%.

Sebelumnya Amran menyampaikan kecurigaannya pada pelaku pasar ini terbukti pada cek laboratorium bersama satgas pangan. Namun sejauh ini, hal tersebut masih diidentifikasi kebenarannya.

“Ada anomali ini nanti kita serahkan ke satgas pangan. Kita himbau supaya (pedagang) jangan mengubah kalau memang premium. Kami ada sampel kami ambil di bawa ke lab dikatakan premium tetapi sesungguhnya medium,” kata Amran di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Zulkifli menuturkan bawha Bulog yang harus bertanggung jawab dalam mencukupi pasokan beras medium di PIBC. Ia pun turut mendesak agar Bulog segera mengeluarkan beras medium tersebut untuk menetralkan harga pasar.

“Itu di medium 15% brokennya. Sekarang kan Cuma Bulog yang punya beras medium. Bulog yang seharusnya punya cara bagaimana antisipasi agar harga beras tidak naik, keluarkan beras medium,” tegasnya.

Kebutuhan PIBC saat ini untuk komoditi beras adalah 3.000 ton per hari, dengan jumlah permintaan untuk beras medium sebesar 60% per harinya. Atau dengan kata lain per hari kebutuhan akan beras medium adalah 1.800 ton.

Reporter: Kiki Safitri
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0041 || diagnostic_api_kanan = 0.0637 || diagnostic_web = 0.4125

Close [X]
×