kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.923   -34,00   -0,20%
  • IDX 9.060   49,73   0,55%
  • KOMPAS100 1.250   12,35   1,00%
  • LQ45 882   10,99   1,26%
  • ISSI 333   3,36   1,02%
  • IDX30 450   4,31   0,97%
  • IDXHIDIV20 529   7,17   1,38%
  • IDX80 139   1,48   1,08%
  • IDXV30 147   2,52   1,74%
  • IDXQ30 144   1,73   1,22%

Kinerja 7-Eleven tergerus larangan menjual alkohol


Selasa, 24 November 2015 / 16:06 WIB
Kinerja 7-Eleven tergerus larangan menjual alkohol


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Aturan yang melarang penjualan alkohol menggerus keuntungan gerai 7-Eleven milik PT Modern Internasional Tbk. Akibat aturan itu, perusahaan terpaksa mencari jalan lain untuk menutupi kerugian.

"Kami mengevaluasi sekitar 20 hingga 30 gerai yang underperformed akibat pelarangan alkohol, gerai-gerai itu mengalami penurunan pendapatan akibat dihentikannya penjualan alkohol," kata Chandra Wijaya, Direktur Keuangan Modern Internasional saat paparan publik di Kantor Modern Internasional, Jakarta, Selasa (24/11).

Kontribusi penjualan alkohol terhadap total penjualan mencapai 8%-10%. Namun, tidak sampai di situ. Dihentikannya penjualan alkohol juga berimbas pada penjualan makanan ringan seperti keripik kentang dan kacang.

"Biasanya pelanggan yang membeli alkohol juga membeli snack. Penurunan penjualan keduanya berdampak sekitar 10%-15% terhadap total sales," jelas Chandra.

Tak kehabisan akal, perusahaan memutuskan untuk meningkatkan penjualan produk makanan jadi. Terakhir, melalui anak perusahaan PT Fresh Food Indonesia (FFI) menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Warabeya Nichiyo untuk memproduksi makanan dengan konsep grab and go.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×