Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil melaporkan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025. Meski di tengah tantangan fluktuasi harga batu bara dunia, perusahaan pelat merah ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,93 triliun dengan capaian EBITDA Rp 6,08 triliun.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail menekankan bahwa capaian kinerja operasional sepanjang 2025 ini menjadi cerminan ketahanan bisnis perseroan di tengah tekanan harga batu bara global yang berfluktuasi.
"Tahun 2025 adalah pembuktian atas resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22%, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pangsa pasar global," ujarnya dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Pendapatan Bukit Asam (PTBA) Turun Tipis 0,27% Sepanjang 2025
Arsal menjelaskan, kinerja keuangan PTBA tercatat masih sehat didukung oleh arus kas yang kuat. Meski profitabilitas sempat tertekan harga global, PTBA menunjukkan pemulihan (recovery) secara kuartalan.
Dia bilang, posisi keuangan yang ini ditandai dengan kenaikan arus kas operasi yang tumbuh signifikan sebesar 24% menjadi Rp 6,26 triliun, yang mencerminkan fundamental bisnis yang sehat.
Dari sisi neraca, lanjut Arsal, pertumbuhan aset PTBA meningkat menjadi Rp 43,92 triliun yang didorong oleh penambahan aset tetap strategis. Adapun realisasi belanja modal atau capital expenditure (CapEx) sebesar Rp 4,55 triliun difokuskan pada pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim - Kramasan.
Sementara itu, Arsal menuturkan, di tahun 2026, pihaknya menyambut positif persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa adanya pemotongan volume produksi. Di mana untuk tahun ini, PTBA membidik target produksi dan penjualan sebesar 49,5 juta ton.
Lebih lanjut, Arsal menambahkan, strategi cost leadership melalui skema selective mining dan optimasi rantai pasok akan terus menjadi mesin utama perusahaan untuk menjaga daya saing.
"Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan, PTBA optimis dapat menjaga kinerja positif yang berkelanjutan untuk berkontribusi pada perekonomian bangsa serta menjaga ketahanan energi nasional," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













