kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Surya Semesta (SSIA) Incar Ekspansi Industri dari Bekasi-Karawang ke Subang


Senin, 06 Juli 2026 / 16:17 WIB
Surya Semesta (SSIA) Incar Ekspansi Industri dari Bekasi-Karawang ke Subang
ILUSTRASI. Keterbatasan lahan dan biaya operasional di Bekasi-Karawang picu eksodus. Subang menawarkan ekosistem terintegrasi yang lebih menjanjikan (Dok/SSIA)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Suryacipta Swadaya, anak usaha PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), membidik peluang pergeseran investasi industri dari koridor Bekasi-Karawang ke wilayah Subang. 

Perseroan menilai keterbatasan lahan dan meningkatnya biaya operasional di kawasan industri yang telah berkembang mendorong investor mulai mencari lokasi alternatif yang didukung infrastruktur lebih terintegrasi.

General Manager Sales & Tenant Relations Suryacipta Binawati Dewi mengatakan, meski secara nasional tingkat okupansi kawasan industri baru mencapai 58,19%, pertumbuhan investasi masih terkonsentrasi di sejumlah kawasan industri utama seperti Bekasi dan Karawang. Kondisi tersebut membuat kawasan tersebut semakin padat dan memicu pergeseran ekspansi ke wilayah lain.

Baca Juga: Telkom Indonesia Tuntaskan Streamlining 10 Anak Usaha, Perkuat Fokus Bisnis Inti

"Kalau sebelumnya industri cukup mencari lahan, sekarang mereka mencari ekosistem yang siap pakai, mulai dari logistik, tenaga kerja, hingga konektivitas global. Kebutuhan ini semakin sulit dipenuhi di kawasan yang sudah padat," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Menurut Binawati, kebutuhan industri saat ini tidak lagi hanya sebatas memperoleh lahan, tetapi juga ekosistem yang mampu mendukung efisiensi rantai pasok, akses logistik, serta konektivitas global.

Ia menilai keterbatasan landbank dan meningkatnya tekanan biaya di kawasan industri yang telah matang menjadi faktor yang mendorong perusahaan mempertimbangkan lokasi baru untuk ekspansi.

Mengacu pada laporan Colliers International, keterbatasan pasokan lahan di kawasan industri Bekasi dan Karawang telah menggeser minat investor ke wilayah seperti Purwakarta hingga Subang. Pergeseran tersebut didukung oleh ketersediaan lahan yang lebih luas serta pembangunan infrastruktur strategis, seperti jaringan Jalan Tol Trans Jawa, Pelabuhan Patimban, dan akses menuju bandar udara.

Selain itu, berkembangnya sektor industri baru seperti kendaraan listrik, elektronik, hingga pusat data turut meningkatkan kebutuhan terhadap kawasan industri yang sejak awal dirancang terintegrasi dengan infrastruktur pendukung.

Menurut Binawati, perubahan tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan investor dalam memilih lokasi investasi kini semakin kompleks.

Baca Juga: Rittal Investasi EUR 400.000 Bangun ModCenter, Percepat Proyek Industri di Indonesia

"Ini bukan hanya soal perkembangan industri, tetapi tentang bagaimana industri beradaptasi dengan kebutuhan baru. Kawasan yang sejak awal dirancang untuk terintegrasi akan menjadi pilihan utama," katanya.

Untuk menangkap peluang tersebut, Suryacipta mengembangkan kawasan Subang Smartpolitan sebagai kawasan industri terpadu yang menggabungkan fungsi industri, komersial, dan hunian dalam satu ekosistem. 

Perseroan menilai konsep tersebut mampu menjawab kebutuhan investor terhadap kawasan industri yang tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis.

Dengan dukungan Pelabuhan Patimban, akses ke Tol Trans Jawa, serta ketersediaan tenaga kerja, Subang dinilai memiliki daya saing untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia.

SSIA memperkirakan, jika tren relokasi investasi dari kawasan industri yang telah padat terus berlanjut, maka pergeseran pusat pertumbuhan industri ke wilayah baru seperti Subang akan semakin menguat dalam beberapa tahun mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×