Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rittal Indonesia memperkuat ekspansi bisnisnya di Tanah Air dengan menginvestasikan sekitar EUR 400.000 untuk membangun Rittal Modification Center (ModCenter) di Jakarta.
Fasilitas modifikasi enclosure pertama Rittal di Indonesia ini ditujukan untuk memangkas waktu pengerjaan proyek industri, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat layanan engineering lokal.
Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor manufaktur, pusat data (data center), energi, hingga otomasi industri yang terus berkembang seiring percepatan transformasi digital di Indonesia.
Baca Juga: Bidik Investasi Global, Himpunan Kawasan Industri Indonesia Buka Kantor di China
Sebelumnya, pelanggan Rittal di Indonesia harus melakukan modifikasi enclosure secara mandiri atau mengirim produk ke fasilitas perusahaan di Singapura maupun India.
Kondisi itu membuat waktu penyelesaian proyek lebih panjang, biaya logistik meningkat, dan koordinasi menjadi lebih kompleks.
Kini, seluruh proses modifikasi dapat dilakukan di dalam negeri dengan standar kualitas global. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Head of Product Portfolio Management Rittal, Michael Schell, mengatakan kebutuhan industri global saat ini bergerak ke arah implementasi proyek yang lebih cepat, fleksibel, dan terintegrasi secara digital.
"Melalui automasi proses engineering, kami dapat menghasilkan solusi enclosure dengan presisi yang konsisten dan kecepatan, sambil mempertahankan standar kualitas global yang dipercaya pelanggan," ujarnya saat peluncuran ModCenter di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Investasi Bukan Kejar Cuan Cepat, Cermati Strategi Bos PGEO yang Aman untuk Pensiun
Fasilitas tersebut mengandalkan mesin otomatis Perforex MT yang mampu melakukan pemotongan, pengeboran, hingga pelubangan enclosure secara otomatis. Teknologi ini memangkas waktu proses modifikasi yang sebelumnya membutuhkan sekitar enam hingga delapan jam menjadi hanya sekitar 30 menit.
Rittal juga mengintegrasikan ModCenter dengan platform engineering EPLAN, sehingga data desain dapat langsung diteruskan ke proses manufaktur tanpa pemindahan data secara manual.
Menurut studi internal perusahaan, integrasi digital engineering dan manufaktur otomatis mampu meningkatkan efisiensi proses hingga 74% dibandingkan metode konvensional dalam kondisi tertentu.
Selain itu, perusahaan mengklaim teknologi tersebut dapat mempercepat implementasi proyek hingga 70%-80%, mengurangi waktu instalasi di lapangan sebesar 50%-60%, serta memangkas pekerjaan lapangan hingga 40%-50%.
Investasi Rittal tidak hanya mencakup pengadaan teknologi, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan dan sertifikasi engineering.
Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi talenta lokal agar mampu mengoperasikan teknologi manufaktur digital sesuai standar global.
Baca Juga: HKI Usul Bentuk Tim Percepatan Kawasan Industri untuk Mengurai Hambatan Investasi
Perusahaan menilai penguatan kemampuan engineering lokal akan menjadi faktor penting dalam mendukung implementasi program Making Indonesia 4.0, terutama melalui penerapan otomasi, Industrial Internet of Things (IIoT), dan digital engineering di sektor industri.
Executive Vice President ASEAN Region Rittal, Ajay Bhargava, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar paling potensial bagi pertumbuhan bisnis perusahaan di Asia Tenggara.
Meningkatnya investasi di sektor manufaktur, pertambangan, data center, dan pembangunan infrastruktur dinilai membuka peluang ekspansi yang besar.
Ia mencontohkan perkembangan bisnis Rittal di India yang tumbuh pesat dalam 15 tahun terakhir dan optimistis Indonesia memiliki potensi serupa.
"Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang. Pembangunan Modification Center ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami di negara ini," katanya.
Baca Juga: HKI: Kawasan Industri Siap Gandeng Perguruan Tinggi Hingga Danantara untuk Hilirisasi
Senada, Managing Director Rittal Indonesia, Rahul Yadav, menegaskan perusahaan akan terus memperluas investasi di Indonesia guna mendekatkan kapabilitas engineering kepada pelanggan.
Dengan hadirnya ModCenter di Jakarta, Rittal berharap mampu mempercepat penyelesaian proyek industri, meningkatkan efisiensi operasional pelanggan, serta mendukung transformasi manufaktur Indonesia menuju industri yang lebih digital, adaptif, dan berdaya saing global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














