kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

PGN Kembangkan Gas Biomethane dari Limbah Sawit untuk Pasokan Energi


Senin, 06 Juli 2026 / 16:16 WIB
PGN Kembangkan Gas Biomethane dari Limbah Sawit untuk Pasokan Energi
ILUSTRASI. Limbah sawit yang dulu terbuang kini berpotensi jadi sumber gas melimpah. PGN ungkap rencana besar untuk suplai energi domestik yang lebih stabil. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID — JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mengungkap rencana potensi pasokan biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG).

Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, menjelaskan bahwa rencana pengembangan gas dari limbah kelapa sawit dan SNG tersebut dijalankan dalam rangka meningkatkan suplai gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energi nasional.

Dalam laporannya, pengembangan tersebut akan dilakukan beriringan dengan rencana pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas berbasis batu bara yang dapat dimanfaatkan menjadi gas metana.

"Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumatera Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point. Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas, di mana gas yang bersumber dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, biomethane, ataupun sumber lainnya akan dikumpulkan, yang kemudian akan dimasukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Arief menambahkan, integrasi infrastruktur berbasis pipeline dan non-pipeline menjadi kunci utama efektivitas penyerapan energi nasional. Dengan rekam jejak yang solid serta portofolio infrastruktur gas bumi yang luas sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menekankan kesiapan menjalankan peran strategisnya sebagai jembatan utama antara titik sumber pasokan gas dengan masyarakat, dengan tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Baca Juga: Voksel Electric (VOKS) Bidik Permintaan Kabel Tetap Tumbuh di Semester II-2026

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) tercatat telah melakukan studi kelayakan proyek pengembangan limbah sawit menjadi gas biomethane bersama tiga perusahaan gas dari Jepang, yakni Osaka Gas Co., Ltd. (Osaka Gas), JGC Holdings Corporation (JGC), dan INPEX CORPORATION (INPEX) pada 2022 lalu.

Kerja sama tersebut meliputi studi kelayakan produksi biomethane dari limbah pabrik kelapa sawit (POME) sebagai gas alam bersih dan potensinya menjadi gas alam cair (LNG) di Indonesia.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan produsen dan pengekspor minyak sawit terbesar di dunia yang menyerap tiga juta tenaga kerja dan menghasilkan 4,5% dari PDB. Limbah pabrik kelapa sawit mengandung bahan organik yang menghasilkan emisi metana yang signifikan.

Metana memiliki dampak pemanasan global 25 kali lebih besar dibandingkan CO2. Proyek ini dimaksudkan sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dari limbah sawit dengan mengubahnya menjadi biofuel sehingga akan berkontribusi pada pasokan energi bersih secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×