kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja Lesu pada Semester I, Temas (TMAS) Sebut Masih Sesuai dengan Proyeksi Target


Minggu, 20 Agustus 2023 / 12:29 WIB
Kinerja Lesu pada Semester I, Temas (TMAS) Sebut Masih Sesuai dengan Proyeksi Target
ILUSTRASI. Pelayaran Tempuran Emas Tbk.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Temas Tbk (TMAS) menyebutkan penurunan kinerja yang dicetak di semester I 2023, masih sesuai dengan proyeksi yang ditargetkan.

Sekretaris Perusahaan Temas, Marthala Vigita mengungkapkan penurunan pendapatan dan laba TMAS di paruh pertama 2023 disebabkan oleh penurunan pendapatan dari segmen internasional. Sementara itu segmen domestik masih terbilang stabil. 

"Kinerja pada semester I 2023 ini masih sesuai dengan target 2023 yang telah ditetapkan oleh Perseroan," ujarnya kepada Kontan, Minggu (20/8). 

Sebagai informasi, tahun ini TMAS targetkan pertumbuhan pendapatan 10,54% atau di angka Rp 5,39 triliun. Sementara itu, di semester I 2023, emiten pelayaran ini mencetak penurunan laba bersih dan pendapatan sebesar masing- masing 40% dan 9,3%. 

Baca Juga: Semester I-2023, Lima Dua Lima Tiga (LUCY) Raih Pendapatan Rp 42 Miliar

Laba bersih tercatat ada di angka Rp397,79 miliar, turun 40% dari episode sama tahun sebelumnya Rp 659,83 miliar. Lalu, pendapatan jasa Rp 2,10 triliun, susut dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,32 triliun. Detailnya, pendapatan jasa pelayaran pihak ketiga menjadi penopang meningkat 19,3% menjadi Rp 2 triliun. Tapi pendapatan jasa bongkar muat anjlok 87,1% sisa Rp 81,512 miliar.

Melihat ini, TMAS masih optimistis melihat bisnis di sisa tahun 2023. Marthala menuturkan Perseroan telah menyiapkan strategi bisnis dan ekspansi yaitu menambah armada kapal sesuai kebutuhan angkutan (balance supply-demand), mengembangkan bisnis port/terminal karena Indonesia masih banyak port yang bisa dikembangkan, lalu mengembangkan bisnis depot management dengan merambah ke project warehouse.

"Kami juga tentunya melakukan analisis yang lebih mendalam terkait pasar internasional karena rute internasional dalam proyek kargo dan muatan break-bulk masih sangat menjanjikan dan memiliki pasar yang besar, serta melakukan efisiensi terutama terkait biaya operasional dan biaya kapal," papar dia.

Dia melanjutkan, kondisi arus ekspor dan impor saat ini mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan kondisi tahun lalu. Hal ini memang memberikan pengaruh kepada kinerja di  semester I 2023. Namun demikian, pihaknya tetap melanjutkan penambahan armada kapal sebanyak 2 unit tahun ini. 

"Total armada TMAS sebanyak 50 kapal, dan di tahun ini berencana menambah 2 kapal," ujarnya.

Baca Juga: Berhasil Tingkatkan Aset & Proyek,Merdeka Copper Gold (MDKA) Susun Langkah Strategis

Dia menambahkan per kuartal 1 2023, Perseroan telah menyerap dana capex sekitar 20% dari total Rp1 triliun. Mayoritas penggunaannya dialirkan pada operasional penunjang depot seperti pembelian Reach Stacker, Side Loader, dan Forklift untuk aktivitas Depot Management. 

Sementara untuk armada kapal baru, pihaknya saat ini sedang memasuki tahap desain dan diharapkan dapat dimulai pembangunan di kuartal IV 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×