kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Kinerja Sektor IKFT Tumbuh 5,92% per September 2025


Minggu, 30 November 2025 / 13:26 WIB
Kinerja Sektor IKFT Tumbuh 5,92% per September 2025
ILUSTRASI. Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier menyampaikan, pertumbuhan ILMATE yang moncer hingga double digit terjadi sejak kuartal III-2022. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan kinerja sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) sepanjang tahun 2025.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan kinerja sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) sepanjang tahun 2025.

Direktur Jenderal IKFT Kemenperin, Taufiek Bawazier menyampaikan bahwa sektor IKFT tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Data mengungkap sektor ini  mampu mempertahankan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri pengolahan.

Berdasarkan data Kemenperin, hingga kuartal III-2025, sektor IKFT bertumbuh 5,92% secara tahunan (YoY) dan berkontribsi 3,88% terhadap PDB nasional. Sementara itu, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,58% YoY, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di level 5,04%.

Adapun ekspor IKFT pada Januari-Agustus 2025 mencapai US$ 35,25 miliar, sedangkan impor berada pada US$ 32,31 miliar. 

Baca Juga: Ada Gangguan A320, InJourney Airports Siap Perpanjang Jam Operasi

Taufiek menjelaskan, produk kimia, pakaian jadi, serta kulit dan alas kaki menjadi penopang utama ekspor, sementara tingginya impor bahan baku kimia menunjukkan perlunya penguatan struktur industri hulu dalam negeri.

Secara agregat, utilisasi kapasitas industri IKFT berada di kisaran 60%, yang terdorong oleh kebijakan hilirisasi terutama pada industri kimia berbasis migas dan bahan galian bukan logam. 

Realisasi investasi sektor IKFT juga meningkat. Pada Januari-September 2025, arus investasi IKFT mencapai Rp 142,15 triliun, naik dari Rp116,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor IKFT juga menyerap 6,7 juta tenaga kerja hingga Februari 2025, atau sekitar 4,6% dari total tenaga kerja nasional

“Optimisme pelaku industri memberi sinyal bahwa kita berada pada jalur yang tepat. Tugas pemerintah adalah memastikan ekosistemnya semakin kondusif agar investasi, ekspor, dan produktivitas dapat terus meningkat,” kata Taufiek dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (30/11/2025).

Ia menambahkan, pemerintah ke depan akan terus fokus mengarahkan sektor IKFT menjadi motor penggerak melalui peningkatan konsumsi domestik, optimalisasi investasi, percepatan ekspor, dan penguatan substitusi impor.

“Kunci kita adalah memperkuat struktur industri dari hulu sampai hilir. Mulai dari kemandirian bahan baku, modernisasi mesin, hingga percepatan transformasi digital dan ekonomi sirkular,” tegas Taufiek. 

Baca Juga: Rosan Soal Marger Grab dan GOTO, Harus Terbuka Bila Ingin Danantara Berpartisipasi

Selanjutnya: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal

Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×