Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan kinerja sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) sepanjang tahun 2025.
Direktur Jenderal IKFT Kemenperin, Taufiek Bawazier menyampaikan bahwa sektor IKFT tetap menunjukkan ketahanan di tengah dinamika global. Data mengungkap sektor ini mampu mempertahankan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri pengolahan.
Berdasarkan data Kemenperin, hingga kuartal III-2025, sektor IKFT bertumbuh 5,92% secara tahunan (YoY) dan berkontribsi 3,88% terhadap PDB nasional. Sementara itu, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 5,58% YoY, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di level 5,04%.
Adapun ekspor IKFT pada Januari-Agustus 2025 mencapai US$ 35,25 miliar, sedangkan impor berada pada US$ 32,31 miliar.
Baca Juga: Ada Gangguan A320, InJourney Airports Siap Perpanjang Jam Operasi
Taufiek menjelaskan, produk kimia, pakaian jadi, serta kulit dan alas kaki menjadi penopang utama ekspor, sementara tingginya impor bahan baku kimia menunjukkan perlunya penguatan struktur industri hulu dalam negeri.
Secara agregat, utilisasi kapasitas industri IKFT berada di kisaran 60%, yang terdorong oleh kebijakan hilirisasi terutama pada industri kimia berbasis migas dan bahan galian bukan logam.
Realisasi investasi sektor IKFT juga meningkat. Pada Januari-September 2025, arus investasi IKFT mencapai Rp 142,15 triliun, naik dari Rp116,54 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, sektor IKFT juga menyerap 6,7 juta tenaga kerja hingga Februari 2025, atau sekitar 4,6% dari total tenaga kerja nasional
“Optimisme pelaku industri memberi sinyal bahwa kita berada pada jalur yang tepat. Tugas pemerintah adalah memastikan ekosistemnya semakin kondusif agar investasi, ekspor, dan produktivitas dapat terus meningkat,” kata Taufiek dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (30/11/2025).
Ia menambahkan, pemerintah ke depan akan terus fokus mengarahkan sektor IKFT menjadi motor penggerak melalui peningkatan konsumsi domestik, optimalisasi investasi, percepatan ekspor, dan penguatan substitusi impor.
“Kunci kita adalah memperkuat struktur industri dari hulu sampai hilir. Mulai dari kemandirian bahan baku, modernisasi mesin, hingga percepatan transformasi digital dan ekonomi sirkular,” tegas Taufiek.
Baca Juga: Rosan Soal Marger Grab dan GOTO, Harus Terbuka Bila Ingin Danantara Berpartisipasi
Selanjutnya: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal
Menarik Dibaca: Resep Donat Mochi Super Chewy dan Lumer yang Anti Gagal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













