kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Kino Indonesia (KINO) optimalkan penjualan produk kesehatan dan kebersihan


Selasa, 20 Juli 2021 / 23:29 WIB
ILUSTRASI. Budi Santoso direktur independen KINO, Harry Sanusi Presdir KINO, Budi Muljono Direktur KINO


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

Di sisi lain, KINO masih hati-hati dalam meluncurkan varian produk baru. Kelangsungan agenda tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan situasi pasar.

KINO juga terus memonitor perkembangan pandemi Covid-19 baik di Indonesia maupun negara-negara lain, termasuk efeknya terhadap bisnis perusahaan.

“Keadaan saat ini seharusnya tidak berlangsung sangat panjang, tergantung dari kesadaran kita semua menerapkan protokol kesehatan,” ujar dia.

Manajemen KINO juga tetap menjajaki peluang ekspor produk ke luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi penjualan ekspor KINO berada di kisaran 5%--10%. Angka tersebut kemungkinan tetap berlaku pada tahun ini.

Menurut Budi, permintaan ekspor relative mirip dengan kondisi di dalam negeri. Dalam hal ini, ketika terjadi lonjakan kasus di suatu negara tujuan ekspor, maka permintaan dari negeri tersebut akan berkurang. Permintaan baru akan pulih seiring meredanya kasus Covid-19 di negara tersebut.

Pihak KINO lantas selalu melakukan evaluasi terhadap produk-produk yang dapat diterima dengan baik di luar negeri.

Baca Juga: Ini jadwal pembagian dividen Kino Indonesia (KINO)

“Dari situ, kami juga berupaya agar dapat meningkatkan penjualan produk di negara-negara tersebut serta memperluas lagi ke wilayah lain yang memiliki karakteristik pasar yang mirip,” terang Budi.

Dalam catatan Kontan.co.id, kontributor utama ekspor KINO berasal dari Asia Tenggara dan Asia Timur.

Sementara itu, Budi belum bisa menyampaikan serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) KINO sampai semester I-2021. Sebelumnya, KINO menyediakan capex sekitar Rp 200 miliar—Rp 250 miliar di tahun ini untuk keperluan efisiensi dan penyegaran mesin produksi.

Dana capex tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan yang telah didapatkan sejak tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×