kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

KKP dorong perikanan budidaya berbasis ekosistem


Jumat, 21 April 2017 / 21:05 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengembangan perikanan budidaya berbasis ekosistem. Ini lantaran pasar global sekarang menuntut produk perikanan yang melestarikan lingkungan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan, sebagai bentuk tanggung jawab, saat ini KKP bekerja sama dengan WWF (World Wildlife Foundation) Indonesia telah merancang pedoman yang bersisi tentang pendekatan pengelolaan perikanan budidaya berbasis ekosistem atau Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA).

"Langkah ini sebagai upaya mengimplementasikan pola pengelolaan budidaya yang bertanggung jawab sebagaimana mandat dalam FAO- Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF)," ujar Slamet, Jumat (21/4).

Menurut Slamet, EAA memberikan acuan bagi para pelaku usaha bagaimana melakukan pengelolaan usaha budidaya yang mempertimbangkan keseimbangan antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.

Kegiatan usaha budidaya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ekosistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, ke depan aktivitas usaha budidaya harus dilakukan dengan tetap menjamin kelestarian ekosistem melalui penerapan prinsip eco-efisiensi yaitu mendorong produktivitas dengan tetap menjaga kualitas lingkungan yang ada.

EAA juga menuntut sebuah pengelolaan kawasan budidaya secara terpadu. Menurut Slamet, ini penting, di tengah berbagai tantangan budidaya saat ini, khususnya permasalahan yang terjadi di perairan umum, kawasan budidaya pada wilayah yang bersifat open acces, dan kawasan yang melibatkan multisektor. “Pedoman EAA ini dapat menjadi alat dalam memberikan arahan pengelolaan agar dapat dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan”, imbuh Slamet.

Wawan Ridwan, Ditrektur CTI-WWF Indonesia menyebut, EAA merupakan bentuk perhatian bersama dalam menjamin keberlanjutan SDA dan lingkungan. Menurutnya, perikanan budidaya tidak bisa dilepaskan dari daya dukung kapasitas ekosistem secara keseleruhunan. Pengelolaan budidaya yang tidak mengindahkan daya dukung dan peran ekosistem sama saja bunuh diri dalam investasi usaha.

Wawan menambahkan, sub sektor perikanan budidaya memiliki peran sentral dalam mencukupi kebutuhan pangan global. Oleh karena itu penting bagaimana menjamin keberlanjutan aktivitas perikanan budidaya termasuk jaminan ketelurusan produk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×