kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

KKP menargetkan produksi ikan nila pada 2011 naik 36,26%


Rabu, 12 Januari 2011 / 20:00 WIB


Reporter: Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Rizki Caturini

BANDUNG. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi ikan nila tahun ini sebanyak 639.300 ton. Jumlah ini naik sekitar 36,26% dari tahun 2010 yang sebanyak 469.173 ton.

Menurut Ketut Sugama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, ikan nila merupakan komoditas yang bisa diserap oleh pasar domestik maupun ekspor sekaligus. "Sehingga inilah yang membuat kami menargetkan produksi nilai naik cukup besar," tutur Ketut, di Bandung, Rabu (12/1).

KKP telah menyusun program untuk mencapai terget ini. Contohnya, pengadaan bibit unggul. Selama ini, Indonesia sebenarnya sudah memiliki banyak bibit unggul nila baik untuk jenis base, wanayasa dan larasati. Namun, selama ini pengadaan kurang efisien terutama dalam proses alokasi penyebaran di daerah-daerah.

Victor Nikijuluw, Sekretaris Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP, bilang berdasarkan data Sensus Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) konsumsi nila terbesar berada di daerah Jawa yaitu sekitar 20 kilogram/per kapita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×