kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Kominfo: Jangan pakai objek vital main Pokemon Go


Selasa, 26 Juli 2016 / 16:46 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Demam permainan Pokemon Go masih menjalar di masyarakat tanah air. Permainan ini, terutama digandrungi para pemilik ponsel pintar yang mendukung aplikasi buatan Nintendo dan Niantic itu. Aktivitas yang dihasilkan dari permainan ini pun turut menyedot perhatian pemerintah.

”Saya sudah bertemu dengan google dua kali, karena aplikasi ini juga dikembangkan oleh mereka lewat google map,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara seusai menghadiri MoU Bank Mandiri dengan konsorsium Palapa Ring Barat di Jakarta, Senin (25/7).

Menteri yang akrab disapa Chief RA itu menekankan, agar pihak google tidak menggunakan objek vital nasional sebagai lokasi pengembangan permainan Pokemon Go. Di antaranya kantor polisi, markas militer, istana presiden, dan PLN yang memiliki pengatur beban listrik Jawa-Bali.

”Kami tekankan, supaya mereka diarahkan ke tempat-tempat produktif, seperti Museum atau Kota Tua,” kata Rudiantara.

Rudiantara mengajak semua kalangan untuk bijaksana menyikapi kehadiran permainan Pokemon Go. Sebab, selain dinilai kontroversial, ada sisi lain yang bisa dikembangkan. 

”Saya harap bisa jadi lebih produktif,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×