kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.622   69,00   0,39%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Konflik AS-Iran belum usik rencana Pertamina akuisisi blok migas di Timur Tengah


Jumat, 10 Januari 2020 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memasang spanduk besar (banner) berisi dukungan Pertamina pada pesta olahraga Asian Games 2018, di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (29/6). Konflik AS vs Iran belum mengusik rencana Pertamina akuisisi blok migas di Timur Tengah pada tahun ini. ANT


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

Sayangnya, Tajudin belum bisa memastikan kapan proses akuisisi ini akan terjadi. Ia pun belum menjelaskan dengan detail potensi blok migas yang diincar, harga akuisisi, dan dengan perusahaan mana saja penjajakan itu dilakukan.

Yang jelas, Tajudin mengatakan bahwa rombongan Pertamina juga akan mengikuti lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke UEA pada 11-13 Januari 2020 nanti. Dalam kesempatan tersebut, Tajudin berharap Pertamina sudah bisa menjalin kesepakatan bisnis dalam proses akuisisi blok migas produksi tersebut.

"Targetnya semakin cepat, semakin bagus. Rencananya rombongan akan berangkat mendampingi RI 1. Kita harapkan bisa ada kesepakatan perihal ini," ungkap Tajudin.

Baca Juga: Softbank Group siap gelontorkan investasi hingga Rp 1.380 triliun di ibu kota baru

Sebagai informasi, dalam kunjungan Presiden Jokowi ke UEA, pemerintah menyiapkan 14 proyek kerjasama dengan nilai US$ 18,8 miliar. Proyek yang akan dikerjasamakan bersama perusahaan dari UEA itu juga meliputi sejumlah proyek energi Pertamina, yakni kerjasama dengan Abu Dhabi National Company (ADNOC) di Kilang Balongan, serta kerjasama impor LPG dengan ADNOC.

Adapun, pada tahun ini ertamina menganggarkan capex sebesar US$ 3,72 miliar untuk menggarap sektor hulu migas. Jumlah itu setara dengan 60% dari total investasi Pertamina tahun 2020.




TERBARU

[X]
×