kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Konstruksi Tol Cibitung–Cilincing sudah mencapai 61,24%


Kamis, 10 Oktober 2019 / 17:23 WIB

Konstruksi Tol Cibitung–Cilincing sudah mencapai 61,24%
ILUSTRASI. Proyek pembangunan jalan Tol Cibitung-Cilincing

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Pelindo II melalui anak usahanya PT Akses Pelabuhan Indonesia menginisiasi pembangunan tol Cibitung – Cilincing.

Tol ini terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta – Cikampek di mana exit Cibitung dan Kawasan Industri bakal menjadi simpang susun yang mengintegrasikan kedua tol tersebut. Sementara sampai Cilincing, jalan tol ini bakal terhubung langsung dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca Juga: Enam pengembang besar siap membangun kawasan timur Jakarta melalui asetnya

Pimpinan Proyek Tol Cibitung Cilincing PT Akses Pelabuhan Indonesia Yaya Ruhiya mengatakan saat ini progress tol ini secara lahan sudah mencapai 80,15% sementara untuk konstruksi sudah 61,15%. Diperkirakan, seksi I jalan tol ini selesai pada kuartal I 2020, sementara keseluruhan ditargetkan selesai kuartal II 2020.

Proyek Tol Cibitung – Cilincing berada di dua Provinsi yakni Jawa Barat dan DKI Jakarta. Progress di Jawa Barat sendiri sudah mencapai 87,75% untuk lahan dan 72,11% untuk konstruksi. Sementara progress di DKI Jakarta untuk lahan baru mencapai 25,14% dan konstruksi 19,24%

“Di Jawa Barat proyek ini di sepanjang 30,17 kilometer sementara DKI Jakarta 4,58 kilometer dari Marunda sampai Cilincing,” terang Yaya pada Kamis (10/10).

Di sepanjang 34,7 kilometer itu, kata Yaya, pihaknya juga merencanakan pembangunan rest area di setiap 25 kilometer. Namun pada saat Yaya memamparkan desain proyek itu, belum ada gambaran tentang rest area yang dimaksud.

Pemilik konsesi jalan tol Cibitung – Cilincing dimiliki oleh PT Akses Pelabuhan Indonesia sebesar 45% dan PT Waskita Toll Road sebesar 55%. Adapun PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways merupakan pemilik proyek tersebut.

Baca Juga: Anak usaha Waskita Karya (WSKT) akan terbitkan MTN II sebesar Rp 200 miliar

PT Bina Karya dan PT Purnajasa berlaku sebagai perencana proyek, PT Virama Karya – SMEC Denka (KSO) sebagai konsultan supervisi, dan kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya Tbk dan PT Waskita Beton Precast Tbk.


Reporter: Harry Muthahhari
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan


Close [X]
×