kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Konsumsi Ayam Diprediksi Naik Akibat Flu Babi


Kamis, 30 April 2009 / 12:15 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meski penyebaran virus flu babi tidak melalui konsumsi daging babi, namun, masyarakat tidak mau ambil risiko. Saat ini terdapat kecenderungan perubahan pola konsumsi pada masyarakat. Hartono, Ketua Umum Pusat Informasi Pasar Unggas (Pinsar) memperkirakan, permintaan daging ayam akan meningkat seiring dengan isu flu babi dan penutupan impor babi.

Ia menjelaskan, kini masyarakat yang sebelumnya mengonsumsi daging babi akan beralih untuk mengonsumsi daging ayam dan jenis daging lainnya karena takut terserang flu yang berasal dari Meksiko itu.

"Permintaan daging ayam akan meningkat. Adapun, pakan ternak justru akan naik karena kebutuhan pakan juga meningkat," ujarnya. Lantas dia juga memperkirakan, harga daging ayam juga akan merangkak naik.

Menurut catatan Pinsar, harga daging ayam broiler saat ini Rp 22.696 per kg turun dibandingkan dengan rata-rata Maret tahun ini Rp 23.113 per kg. Terkait hal tersebut, pihaknya menjamin pasokan daging ayam di Jabotabek stabil yaitu mencapai 6.000 ton per minggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×