kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Konsumsi turun, beban listrik di sistem Jawa-Bali turun 11,2% karena corona


Kamis, 09 April 2020 / 20:37 WIB
ILUSTRASI. Beban listrik di sistem Jawa-Bali turun 11,2% karena wabah corona.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Wabah virus corona berdampak luas dan telah menjalar ke berbagai sektor. Aktivitas ekonomi yang tertekan telah menurunkan tingkat konsumsi energi, termasuk listrik. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun mencatatkan pemakaian setrum bisa turun cukup dalam.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN Haryanto WS mengungkapkan, beban puncak di sistem kelistrikan Jawa-Bali kini menjadi 23.700 Megawatt (MW). Jumlah itu turun 11,2% dibandingkan beban dalam kondisi normal.

Kendati begitu, Haryanto memastikan, pasokan listrik untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali tetap terjaga dan cadangan daya yang surplus. "Secara sistem saat ini beban Jawa Bali turun akibat Covid-19. Cadangan lebih dari cukup, sangat aman," ungkapnya saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (9/4).

Baca Juga: Alami kondisi kahar, PGN dan PLN lakukan diskusi soal penyaluran gas

Menurutnya, merosotnya beban listrik di sistem Jawa-Bali sangat terasa sejak pekan ketiga bulan Maret seiring dengan turunnya konsumsi listrik, khususnya dari segmen bisnis dan industri.

Dalam catatan Kontan.co.id pada pertengahan Maret lalu, Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Edison Sipahutar mengungkapkan, anjuran untuk mengurangi aktivitas di keramaian serta skema Work From Home (WFH) oleh sejumlah instansi dan perusahaan, memang akan meningkatkan konsumsi listrik di segmen rumah tangga.

Namun, pada saat yang bersamaan konsumsi listrik di segmen bisnis dan industri akan merosot. Menurut Edison, perbandingan kenaikan konsumsi setrum di segmen rumah tangga lebih mini dibandingkan penurunan konsumsi di segmen bisnis dan industri.

Edison memperkirakan, peningkatan konsumsi listrik di segmen rumah tangga bisa menyentuh 1,5% sampai dengan 2%. Sementara penurunan di sektor bisnis diprediksi berada dalam rentang 0,9% hingga 1,8%. Konsumsi listrik di segmen industri diperkirakan merosot lebih dalam, yakni di angka 1,2% sampai dengan 2,4%.

Angka tersebut disimulasikan dengan asumsi dampak dari Corona akan bertahan lama. Dengan simulasi itu, penurunan penjualan listrik PLN dalam setahun ini diperkirakan mencapai 0,6% hingga 1,2%.

"Rumah tangga meningkat tapi perkiraannya tidak menutup Kwh (Kilowatt hour) penurunan bisnis dan industri. Dampak Corona ini dapat membawa penurunan penjualan listrik secara total setahun," kata Edison saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa silam (17/3).

Baca Juga: Akibat dampak corona, pemakaian gas bumi untuk PLN berpotensi turun hingga 25%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×