kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Kontainer langka, begini respon INSA


Jumat, 04 Desember 2020 / 19:45 WIB
Kontainer langka, begini respon INSA
ILUSTRASI. Ketua umum INDONESIAN NATIONAL SHIPOWNERS ASSOCIATION (INSA) Carmelita Hartoto. KONTAN/ Alri Kemas (26/01/2016).


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Carmelita Hartoto, Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) mengatakan, saat ini isu kekurangan kontainer, awalnya merupakan isu pelayaran global menghadapi penurunan jumlah kargo muatan akibat pandemi COVID-19.

Ia melanjutkan, sebagai tindakan logis, perusahaan pelayaran global tersebut akhirnya mengurangi space operasional armada kontainer, untuk memangkas beban biaya perusahaan.

"Namun saat China mulai duluan menjalankan produktivitas, maka aktivitas roda ekonomi mulai berjalan lagi, justru kontainer belum tersedia lagi karena container kosong dari banyak negara yang lockdown, belum kembali. Akibatnya, freight pelayaran global juga ikut terkerek naik sebagai konsekuensi demand yang lebih besar dari supply," jelasnya saat dihubungi oleh Kontan, Jumat (4/12).

Ia melanjutkan, untuk Indonesia sendiri, kondisi kekurangan kontainer untuk ekspor ini terjadi karena berkurangnya volume impor, atau dengan kata lain menurunnya jumlah kontainer yang ke Indonesia.

Selain itu, lanjut dia, terjadi kongesti di pelabuhan-pelabuhan besar di luar negeri, seperti Inggris, China, Singapore, dan Amerika. Di mana hal ini berdampak pada keterlambatan atau delay kapal, sehingga mengganggu program schedule yang ada.

Baca Juga: Kemenhub: Kelangkaan kontainer terjadi di seluruh negara akibat pandemi covid-19

Namun demikian, Carmelita menilai untuk sektor pelayaran nasional domestik kondisinya cukup stabil saat ini.

"Kondisi ketiadaan space dan kontainer kosong ini sudah dirapatkan antara INSA dengan pemerintah beberapa waktu lalu. Dan kami juga sudah sampaikan masukan dan usulan untuk menghadapi kondisi ini, salah satunya dengan memberikan insentif pada operator pelayaran international untuk menarik kontainer kosong ke Indonesia," sambungnya.

Sementara itu, mengenai Andhika Lines, Carmelita mengatakan pihaknya tidak melayani pelayaran kontainer. Selama ini, Andhila Group hanya beroperasi di bulk dan tanker sehingga pihaknya tidak ikut menaikkan tarif.

"Untuk sekedar diketahui, khusus untuk pelayaran di domestik, justru kita tengah hadapi oversupply di hampir seluruh jenis pelayaran. Hal ini membuat pengguna jasa mendapatkan harga terbaik dan kompetitif dengan pelayanan yang terbaik," tutup dia.

Selanjutnya: Kegiatan ekspor terhambat akibat kontainer langka

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×