kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

KRAS akan tingkatkan kapasitas jadi 10 juta ton


Selasa, 23 Mei 2017 / 20:07 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gencarnya program pemerintah dalam membangun infrastruktur membuat kebutuhan baja terus meningkat. Oleh karena itu, PT Krakatau Steel Tbk, produsen baja segera akan meningkatkan produksinya pada 2025.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Mas Wigrantoro Roes Setyadi menyampaikan bahwa akan ada klaster industri baja di Cilegon dengan total kapasitas sebesar 10 juta ton.

"Kami akan bekerjasama dengan perusahaan baja Korea Posco dan juga Nippon Steel dari Jepang," kata Mas Wigrantoro, Selasa (23/5).

Saat ini kapasitas produksi emiten berkode dagang KRAS dengan PT Krakatau Posco mencapai 4,5 juta ton. Di 2019 dengan beroperasinya pabrik Hot Strip Mill (HSM) 2 maka ada tambahan kapasitas sebanyak 1,5 juta ton yang artinya menjadi total sebesar 6 juta ton.

"Pendirian tambahan 4 juta ton itu tentunya membutuhkan nilai investasi US$ 4 miliar yang dananya dari Krakatau Steel, Posco dan Nippon Steel" ungkap Mas Wig.

Di sisi lain, kinerja laporan keuangan KRAS pada kuartal I-2017, menunjukkan pertumbuhan. Sebagai informasi di kuartal I-2017 pendapatan KRAS menjadi US$ 350,1 juta atau naik 12% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 311,2 juta.

Sedangkan kerugian bersih menjadi sebesar US$ 20,7 juta atau turun 66% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 59,8 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×