kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Kuartal I-2023 Tingkat Hunian Pusat Perbelanjaan Capai 88%


Rabu, 12 April 2023 / 14:48 WIB
ILUSTRASI. Jones Lang Lasale (JLL) memproyeksikan bisnis sektor pusat belanja atau ritel masih akan tumbuh lambat di tahun 2023.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan konsultan investasi real estate PT Jones Lang Lasale (JLL) memproyeksikan bisnis sektor pusat belanja atau ritel  masih akan tumbuh lambat di tahun 2023.

Dari sisi future supply, JLL memperkirakan akan didominasi pusat perbelanjaan di kawasan Mixed-Use Development. Hal ini lantaran dapat menunjang kegiatan residential atau perkantoran yang ada di dalam kawasan tersebut.

Pada kuartal I-2023, Jonesl Lang mencatatkan tingkat hunian pusat perbelanjaan berada di angka 88% dengan tidak adanya pasokan gedung mall baru yang selesai dibangun.

Head of Research JLL, Yunus Karim mengatakan saat ini total stock gedung mal sekitar 3,1 juta m2. JLL memperkirakan dalam 5 tahun ke depan Indonesia akan ada penambahan pasokan mal baru meski terbatas.

“Sehingga kini yakini tingkat hunian masih akan terjaga dan dari sisi rental akan ada pertumbuhan yang sehat,” ujar dia dalam Jakarta Property Market Overview kuartal I-2023, Rabu (12/4).

Baca Juga: Agung Podomoro (APLN) Raih Pendapatan Usaha Rp 8,7 Triliun pada Tahun 2022

Setidaknya JLL memperkirakan penambahan bangunan pusat belanja baru di Jakarta sekitar 115.000 meter persegi di tahun 2023.

Dari sisi tenant, saat ini banyak brands international yang mulai berekspansi membuka gerai pertamanya di Indonesia. Terutama terjadi di mall atau pusat perbelanjaan di Jakarta.

Yunus bilang, hal itu mendorong tingkat hunian dengan aktifitas masyarakat yang meningkat serta adanya kebijakan PPKM yang dilonggarkan.

Baca Juga: Sektor Properti Masih Berpotensi Tumbuh di 2023, Simak Rekomendasi Analis Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×