kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.942   -70,00   -0,39%
  • IDX 6.044   157,52   2,68%
  • KOMPAS100 803   27,79   3,58%
  • LQ45 606   18,82   3,21%
  • ISSI 207   6,38   3,17%
  • IDX30 344   10,01   2,99%
  • IDXHIDIV20 425   10,62   2,56%
  • IDX80 91   3,06   3,49%
  • IDXV30 114   3,78   3,43%
  • IDXQ30 111   2,85   2,64%

Kuota LPG Ditambah 350.000 Ton, Bahlil Pastikan Pasokan untuk Nataru Aman


Kamis, 27 November 2025 / 20:04 WIB
Kuota LPG Ditambah 350.000 Ton, Bahlil Pastikan Pasokan untuk Nataru Aman
ILUSTRASI. Pekerja mengisi gas elpiji tabung tiga kilogram bersubsidi di SPBE PT Puri Kencana Merdeka Utama, Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/11/2025). Kementerian ESDM menjamin pasokan LPG 3 kilogram aman untuk kebutuhan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan penambahan kuota 350.000 ton.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan LPG 3 kilogram aman untuk kebutuhan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah menambah kuota LPG sekitar 350.000 ton di luar alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Bahlil mengatakan keputusan penambahan kuota diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga: Presiden Prabowo Restui Penambahan Kuota LPG 3 Kg Jadi 8,5 Juta Ton Hingga Akhir 2025

"Dalam rapat terbatas yang dipimpin bapak presiden menyangkut dengan LPG kita ada penambahan kuota di mana kuota kita di dalam APBN itu 8,16 juta kita tambah kurang lebih 0,35 juta atau 350.000 ton untuk apa? untuk menjaga antisipasi kebutuhan nataru," ujar Bahlil di Istana, Kamis (27/11).

Bahlil memastikan tambahan kuota tersebut bertujuan menjaga ketersediaan pasokan agar distribusi LPG subsidi selama periode libur panjang tetap lancar.

Meski kuota bertambah, Bahlil menegaskan tidak ada tambahan anggaran subsidi LPG pada 2025. Penurunan harga minyak mentah dunia membuat belanja subsidi justru lebih rendah dari pagu.

Baca Juga: Purbaya Datangi Kantor Bahlil, Sepakat Tambah Kuota LPG 3 Kg Sebesar 370.000 MT

“Tidak ada penambahan anggaran, karena harga ICP dunia itu turun karena alokasi kita dalam APBN 2025 kan Rp 82 triliun. Sementara realisasi dengan menambah 350.000 ton itu tidak sampai Rp 80 triliun, hanya sekitar Rp 77 triliun – Rp 78 triliun,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×