kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kurangi energi fosil, Bank Dunia minta Indonesia beralih ke energi terbarukan


Selasa, 08 September 2020 / 23:20 WIB


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

Kendati begitu, Arifin mengakui ada sejumlah tantangan yang terlebih dulu diatasi. Seperti optimalisasi pemanfaatan potensi panas bumi di kawasan hutan, masalah kelayakan ekonomi proyek panas bumi, pendanaan, serta masalah sosial di beberapa daerah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Arifin mengklaim pemerintah telah dan sedang menyiapkan aturan untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi. Untuk mendorong investasi, sambung Arifin, pemerintah memberikan insentif fiskal seperti tax allowance, pembebasan pajak bumi dan bangunan, serta fasilitas bea masuk.

Sedangkan untuk mengurangi risiko eksplorasi yang dihadapi pengembang, pemerintah juga telah memperkenalkan skema pengembangan panas bumi melalui pemboran pemerintah, dimana kegiatan eksplorasi dilakukan oleh pemerintah.

"Saat ini, pemerintah juga sedang mempersiapkan kebijakan untuk mengatur kembali harga energi terbarukan untuk meningkatkan minat investasi EBT," kata Arifin.

Di samping itu, dia menyebut, pemerintah mendorong pengembangan panas bumi berbasis wilayah melalui program Pulau Panas Bumi Flores. Sasarannya untuk memenuhi beban pokok kelistrikan di Pulau Flores dari energi panas bumi dan mengoptimalkan pemanfaatan tidak langsung. "Kami akan menggandakan program di daerah lain, jika program berjalan dengan baik," imbuh Arifin.

Selanjutnya: Dirut PLN buka suara soal pembatasan produksi listrik EBT, begini penjelasananya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×