kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kurs turun Rp 100 per US$, PLN rugi Rp 1 triliun


Kamis, 16 Oktober 2014 / 16:18 WIB
ILUSTRASI. Logo Bukalapak. REUTERS/Willy Kurniawan


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Penurunan nilai tukar atau depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh Rp 12.000 menjadi permasalahan bagi perusahaan. Tidak terkecuali bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Akibat penurunan nilai tukar tersebut, maka perusahaan pelat merah ini menanggung kerugian lebih besar. "Setiap nilai tukar rupiah turun Rp 100, (kerugian) Rp 1 triliun lebih," ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji di Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (16/10).

Dirinya menjelaskan, ada dua dampak pelemahan rupiah terhadap PLN yaitu pada beban operasional dan pada laporan keuangan. Kalau kurs semakin mahal maka biaya operasional akan naik. Lalu pada laporan keuangan, beban terjadi pada neraca laba rugi. Kalau kurs pada awal tahun berbeda dengan kurs akhir tahun maka yang didapat adalah rugi kurs atau untung kurs. 

Yang terjadi saat ini adalah rugi kurs. "Nilai utang PLN yang tadinya misalnya Rp 100, karena kurs berubah kemudian naik menjadi Rp 120. Selisih Rp 20 itu adalah rugi kurs," papar Nur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×