Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) berfokus mengembangkan produk kemasan ramah lingkungan pada tahun ini seiring kontribusinya yang cukup signifikan ke kinerja keuangan pada awal tahun.
Berdasarkan laporan keuangannya, pada kuartal I-2026, penjualan ALDO meningkat 10,82% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 482,24 miliar menjadi Rp 534,45 miliar.
Sementara laba bersih melonjak lebih tinggi, yakni sekitar 87% yoy, dari Rp 7,21 miliar menjadi Rp 13,49 miliar.
Direktur Utama ALDO Herwanto Sutanto menjelaskan bahwa perusahaan memiliki dua segmen utama, yakni paper related dan chemical related.
Baca Juga: Perdana Gapuraprima (GPRA) Kejar Pertumbuhan Pendapatan 10% pada 2026
Adapun pertumbuhan kinerja keuangan, terutama dari bottom line, ditopang oleh anak usaha perusahaan, PT Eco Paper Indonesia, sebagai produsen kemasan kertas daur ulang yang ramah lingkungan.
"Industri yang dijalankan oleh Eco Paper memiliki siklus pengembangan yang relatif panjang sehingga pada dua tahun pertama operasionalnya perusahaan menghadapi berbagai tantangan," katanya dalam paparan publik virtual, Rabu (24/6/2026) lalu.
Sutanto menuturkan, Eco Paper mengalami rugi pada dua tahun pertama. Akan tetapi, efisiensi serta kenaikan kapasitas dan volume produksi pada akhirnya dapat mengerek kinerja keuangan.
Seiring dengan tren pertumbuhan penggunaan kemasan ramah lingkungan, perusahaan pun memperkuat fokus pada segmen consumer packaging. Transformasi ini dilakukan perusahaan meskipun awalnya fokus utama ALDO berada pada segmen industrial packaging.
"Meskipun kesadaran terhadap pentingnya produk ramah lingkungan semakin meningkat, implementasinya tetap memerlukan dukungan dari pelaku industri," lanjut Sutanto.
Manajemen melihat, sebagai produsen kemasan, ALDO berperan menyediakan alternatif bagi produk konvensional. Namun apabila pasar belum memiliki produk pengganti yang memadai, langkah pemerintah untuk meningkatkan penggunaan kemasan ramah lingkungan dinilai tak akan berjalan efektif.
Oleh karena itu, edukasi terhadap masyarakat menjadi salah satu strategi yang ditempuh perusahaan dan terus dioptimalkan pada tahun ini.
"Kami secara proaktif memperkenalkan serta mengedukasi pasar mengenai produk-produk kemasan yang memiliki kualitas teknis yang sebanding dengan produk konvensional, sekaligus tetap kompetitif dari sisi biaya," jelas Sutanto.
ALDO meyakini, ke depan, akan terjadi pergeseran permintaan yang lebih signifikan pada produk kemasan ramah lingkungan.
Ia menambahkan, pertumbuhan segmen consumer packaging diproyeksikan akan berkontribusi lebih besar ke kinerja tahun ini. ALDO optimistis dapat meraih pertumbuhan laba bersih hingga 50% pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Harga LNG Industri Dipangkas, Aspebindo Soroti Kepastian Pasokan dan Investasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














