Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika industri kelapa sawit yang dibayangi fluktuasi harga komoditas, volatilitas pasar energi dan tantangan iklim, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mampu mencatatkan lonjakan kinerja pada 2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, subholding perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara III (Persero) itu membukukan laba bersih sebesar Rp 7,08 triliun. Meningkat 90,3% dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 3,72 triliun.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko mengatakan, selain ditopang kenaikan harga jual rata-rata CPO yang mencapai Rp 14.223 per kilogram atau naik 10,4% dibandingkan 2024, perusahaan juga berhasil mengoptimalkan momentum tersebut melalui peningkatan volume penjualan serta pengendalian biaya operasional.
"Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sebesar 10% di tahun 2025 mampu membuahkan lonjakan laba hingga 90% di tengah berbagai tantangan," jelas Jatmiko, dalam keterangannya, Kamis (2/7).
Sejak dibentuk sebagai subholding pada 2023, PalmCo mencatat tren pertumbuhan laba yang konsisten. Laba bersih perusahaan meningkat dari Rp 2,53 triliun pada 2023 menjadi Rp 3,72 triliun pada 2024, sebelum melonjak menjadi Rp 7,08 triliun pada 2025.
Kinerja keuangan juga tercermin dari peningkatan EBITDA yang mencapai Rp13,27 triliun atau tumbuh 46% dibandingkan Rp 9,09 triliun pada 2024. Sementara itu, tingkat pengembalian aset alias return on assets (ROA) naik menjadi 9,2%.
Baca Juga: KKP Gandeng Pertamina Patra Niaga untuk Jaga Penyediaan Energi Bagi Nelayan di KNMP
Dari sisi operasional, PalmCo memproduksi 2,70 juta ton CPO sepanjang 2025, meningkat 7,87% dibandingkan produksi tahun sebelumnya sebesar 2,49 juta ton.
Meski mencatat kinerja yang positif, manajemen menegaskan transformasi perusahaan masih akan terus berlanjut melalui penguatan aspek operasional, manajemen risiko, serta peningkatan efisiensi untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan.
Di luar kinerja keuangan, PalmCo juga menekankan komitmennya terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani mitra. Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), pada 2025 perusahaan menjadi pelaksana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) paling aktif secara nasional dengan luas pendampingan mencapai 6.672 hektare.
Petani plasma binaan PalmCo juga mencatat produktivitas rata-rata 20,18 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, melampaui rata-rata nasional.
Ke depan, perusahaan ini akan melanjutkan pengembangan hilirisasi industri sawit. Termasuk mengoptimalkan produk turunan sawit sebagai bahan baku renewable biogasoline untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














