kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Laba meningkat, Perindo siap masuk ke bisnis baru


Kamis, 07 November 2013 / 20:07 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - Barratut Taqiyyah (Ita)


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian BUMN kini bisa sedikit berhapas lega. Pasalnya, perusahaan dibawah naungannya terus menunjukan kinerja membaik. Salah satunya yaitu Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo).

Perusahaan yang awalnya dicap sebagai pesakitan itu, kini mulai menunjukan perbaikan. Bahkan per Oktober 2013 kemarin, Perindo sudah mampu membukukan laba sebesar Rp 10,8 miliar.

"Dulu masuk rugi, sekarang sudah sehat, usahanya sudah ada. Per Oktober labanya sudah Rp 10,8 miliar," ungkap Agus Suherman Direktur Utama Perindo, Kamis (7/11), di kantornya.

Perolehan laba tersebut mengalami peningkatan lebih dari 300% dibandingkan Februari 2012 yang hanya Rp 2,9 miliar, atau sebelum Agus memimpin Perindo.

Agus menceritakan bahwa, meningkatnya laba perseroan dikarenakan Perindo telah menerapkan prinsip good corporate govermance (GCG), penataan bisnis, dan juga melakukan optimalisasi aset. "Pertama tama kami melakukan penataan dan optimalisasi aset, kemudian mengedepankan pada teman-teman menjalankan prinsip GCG," kata Agus.

Tak hanya berhenti disitu saja, kedepan Perindo akan berupaya untuk terus meningkatkan kinerjanya dengan mengembangkan bisnis baru. Untuk itu, Perindo akan menyediakan belanja modal sebesar Rp 150 miliar. "Bisnis baru itu termasuk pembenihan ikan, perdagangan ikan. Makanya kami bikin cool storage," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×