kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Baru Nikmati Laba, Perikanan Nusantara Ogah Merger


Selasa, 27 April 2010 / 20:45 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri

JAKARTA. PT Perikanan Nusantara (PN) menyatakan belum siap merger dengan unit usaha atau unit layanan jasa milik pemerintah lain. Alasannya, satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perikanan itu baru saja membukukan laba pada 2009.

"Untuk tiga tahun ini, kami harap kami dilepas dulu karena baru bisa mendapatkan keuntungan," kata Nasrun M. Patadjai, Presiden Direktur PT Perikanan Nusantara, Selasa (27/4).

Nasrun bilang, pada 2009, BUMN yang melakukan ekspor ikan dan docking kapal ini baru mencatat keuntungan sekitar Rp 5 miliar di luar pajak. Jika ada merger, Nasrun khawatir akan memberikan beban bagi kinerja perusahaan.

Pernyataan Nasrun ini menanggapi rencananya Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad yang ingin BUMN perikanan tersebut bergabung dengan unit pelayanan Perum Prasarana Perikanan Samudera (PPS).

"Kalau memang diinginkan seperti itu, bagi kami tidak masalah, tetapi kondisi sekarang belum memungkinkan," kata Nasrun.

Menurutnya, PT Perikanan Nusantara merupakan perusahaan negara yang bertugas mencari laba, sedang Perum PPS merupakan unit yang bertugas memberi layanan dan tidak bertujuan mencari keuntungan. Jika digabung, Nasrun khawatir sulit menyatukan dua kepentingan itu. Nasrun tak keberatan jika pilihan merger dengan sesama BUMN, seperti PT Garam.

PT Perikanan Nusantara merupakan perusahaan hasil merger dari empat BUMN sektor perikanan pada Oktober 2005. Empat perusahaan itu ialah PT Perikani, PT Usaha Mina, PT Perikanan Samodra Besar, dan PT Tirta Mina Raya. Modal dasar PT Perikanan Nusantara sebesar Rp 40 miliar, dan modal disetor Rp10,89 miliar.

PT Perikanan Nusantara kemudian berkembang, asetnya kini bernilai Rp 293 miliar dan memiliki 12 kantor cabang di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×