Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pendapatan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyusut pada awal tahun 2026. Meski begitu, emiten Pertamina Group dengan kode saham PGAS di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mampu mendongkrak perolehan laba pada kuartal pertama.
Merujuk laporan keuangan yang rilis di BEI pada Jumat (24/4/2026) malam, PGAS mencatatkan pendapatan senilai US$ 929,56 juta dalam tiga bulan pertama 2026.
Pendapatan PGAS menyusut 3,82% secara tahunan dibandingkan raihan US$ 966,56 juta pada periode yang sama tahun 2025.
Baca Juga: Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Terus Dievaluasi, Kondisi Selat Hormuz Jadi Penentu
Kontribusi dari segmen bisnis niaga gas bumi mendominasi pendapatan PGAS pada kuartal I-2026. PGAS membukukan US$ 536,36 juta dari pihak ketiga serta US$ 150,39 juta dari pihak berelasi. Pendapatan niaga gas bumi dari pihak ketiga meningkat 12,11% year on year (yoy). Sementara dari pihak berelasi mengalami penurunan 20,99% yoy.
Perlu dicatat, selama periode kuartal I-2026 PGAS belum membukukan pendapatan dari perdagangan gas alam cair alias Liquefied Natural Gas (LNG). Berbeda dari awal tahun lalu, PGAS mencetak pendapatan senilai US$ 57,94 juta dari segmen bisnis LNG Trading.
Sementara itu, beban pokok pendapatan PGAS turun sebesar 6,58% yoy menjadi US$ 771,59 juta. Hasil ini mendongkrak perolehan laba bruto PGAS sebanyak 12,33% yoy dari US$ 140,61 juta menjadi US$ 157,96 juta pada kuartal I-2026.
Pada periode yang sama laba operasi PGAS mendaki 11,11% yoy dari US$ 105,87 juta menjadi US$ 117,64 juta. Di sisi lain, bagian laba dari ventura bersama mengalami kenaikan 14,33% yoy menjadi US$ 22,49 juta. Sedangkan pendapatan keuangan PGAS turun 37,63% yoy menjadi US$ 11,45 juta.
Meski begitu, beban keuangan PGAS terpangkas 25,71% yoy menjadi US$ 13,69 juta. Rugi selisih kurs pun menurun secara signifikan sebanyak 91,92% yoy dari US$ 20,05 juta menjadi hanya US$ 1,62 juta.
Baca Juga: Aturan DHE SDA Belum Jelas, APBI Waspadai Tekanan Likuiditas
Hasil ini membuat laba periode berjalan PGAS meningkat 35,09% (yoy) dari US$ 90,19 juta menjadi US$ 121,84 juta. Secara bottom line, PGAS meraih laba bersih senilai US$ 90,44 juta pada kuartal I-2026.
Keuntungan PGAS melonjak 45,84% dibandingkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I-2025, yang kala itu tercatat sebesar US$ 62,01 juta. Dengan hasil ini, laba bersih per saham PGAS naik dari US$ 0,0026 menjadi US$ 0,0037 per 31 Maret 2026.
Pada periode yang sama, PGAS tercatat memiliki total aset sebesar US$ 6,20 miliar. PGAS mempunyai liabilitas sebesar US$ 2,47 miliar, dengan ekuitas neto senilai US$ 3,72 miliar. Sementara kas dan setara kas PGAS akhir periode tercatat sebesar US$ 1,35 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













