Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mulai membidik industri farmasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru dalam lima tahun ke depan. Perusahaan melihat bisnis kesehatan memiliki peluang untuk dikembangkan melalui bisnis distribusi bahan kimia dan bahan baku.
Direktur Komersial Lautan Luas Soewandhi Soekamto mengatakan, pengembangan industri farmasi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas cakupan industri yang dilayani.
“Untuk lima tahun ke depan, kita juga sekarang masih mulai menabung. Kita kembangkan di distribusi, kita juga kembangkan industri yang baru yaitu farmasi,” ujar Soewandhi dalam paparan publik, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Subsidi Energi 2027 Turun Jadi Rp 261,5 Triliun, Dana Kompensasi Berpotensi Bengkak
Menurut dia, LTLS memiliki pengalaman dalam membangun bisnis baru dari skala kecil. Salah satunya adalah bisnis pakan ternak yang dikembangkan perusahaan dari awal dan kini menjadi salah satu kontributor terbesar dalam portofolio bisnis.
Manajemen berharap strategi serupa dapat diterapkan pada industri farmasi. Pengembangan bisnis kesehatan juga sejalan dengan arah perseroan untuk memperluas industri yang dilayani dalam jangka panjang.
Selain farmasi, LTLS masih akan memperkuat bisnis makanan dan minuman. Perusahaan menambah principal untuk sejumlah segmen, termasuk bakery, snack, dairy dan cokelat.
Di sisi manufaktur, LTLS juga menyiapkan ekspansi produksi liquid dengan kapasitas tambahan 40.000 kiloliter per tahun. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada semester II 2027.
Sementara di bisnis kimia, perseroan menyiapkan penambahan kapasitas sodium silikat sekitar 18.000 ton per tahun serta pengembangan produk turunan minyak dan wax.
Diversifikasi industri tersebut menjadi salah satu strategi LTLS untuk memperbesar basis pelanggan sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sektor.
Hingga kuartal II 2026, LTLS melayani lebih dari 2.000 pelanggan industri dengan portofolio lebih dari 1.000 varian bahan kimia dasar dan khusus. Sekitar 90% pendapatan perseroan masih berasal dari pasar domestik.
Baca Juga: Anggaran Subsidi Energi 2027 Dipangkas, DEN Minta Kuota BBM dan LPG Tetap Dijaga
Pada semester I 2026, pendapatan LTLS mencapai Rp5,1 triliun atau tumbuh 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan juga naik menjadi Rp124 miliar dari Rp80 miliar.
Ke depan, pengembangan farmasi akan menjadi bagian dari upaya LTLS memperluas portofolio bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di sektor kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














