Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) terus mengembangkan bisnis pengolahan air, di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi pengelolaan air dan limbah.
Bisnis air LTLS mencakup pengolahan raw water, process water hingga waste water treatment. Perseroan juga menyediakan solusi recycle water, serta layanan pengelolaan instalasi pengolahan air.
Head of Investor Relations, Corporate Communications & ESG PT Lautan Luas Tbk Eurike Hadijaya mengatakan, bisnis air secara konsolidasi masih mencatatkan pertumbuhan.
Baca Juga: Long Weekend 17 Agustus, Okupansi Eastparc Hotel (EAST) Hampir 100%
Dari sisi kontribusi, bisnis air secara keseluruhan menyumbang sekitar 10%-15% terhadap pendapatan LTLS pada semester I-2026. Sementara itu, bisnis air dari segmen manufaktur tumbuh kurang dari 30% pada 2025 dan tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada semester I-2026.
“Bisnis air secara konsolidasi meningkat. Kalau untuk yang dibagi tiga, saya masih harus mengecek angkanya,” kata Eurike kepada KONTAN, Kamis (13/8/2026).
Lautan Luas memperkuat bisnis air melalui Lautan Air Indonesia. Perseroan tidak hanya menyediakan produk kimia untuk water treatment, tetapi juga menawarkan media filter, teknologi, equipment, manpower dan layanan operation and maintenance.
Pengembangan bisnis tersebut juga mencakup teknologi pemantauan kualitas air, dan sistem SPARING yang terhubung dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
Di sisi lain, LTLS turut mengembangkan green products untuk menjawab kebutuhan pelanggan terhadap produk yang lebih berkelanjutan. Produk tersebut mencakup solusi yang dapat membantu mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi proses produksi hingga mendukung proses daur ulang.
Meski portofolio green products terus bertambah, kontribusinya terhadap pendapatan perseroan saat ini masih belum signifikan. LTLS belum menetapkan target kontribusi pendapatan khusus untuk green products.
“Kami akan terus memperluas portofolio dan aplikasi produk berkelanjutan secara selektif, namun saat ini Perseroan belum menetapkan target kontribusi revenue secara khusus untuk green products,” jelas Eurike.
Ke depan, perseroan akan mempertimbangkan kebutuhan pasar, kesiapan pelanggan dan aspek komersial dalam mengembangkan produk berkelanjutan.
Baca Juga: Hampir Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kadin: Ekonomi Stabil tapi Belum Optimal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
