kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.693   17,00   0,10%
  • IDX 6.096   -222,80   -3,53%
  • KOMPAS100 804   -27,92   -3,35%
  • LQ45 617   -14,06   -2,23%
  • ISSI 215   -10,59   -4,70%
  • IDX30 353   -7,26   -2,02%
  • IDXHIDIV20 441   -7,94   -1,77%
  • IDX80 93   -2,99   -3,12%
  • IDXV30 121   -2,87   -2,31%
  • IDXQ30 116   -2,01   -1,71%

Layanan karantina pertanian terganggu, importir buah dan sayuran segar merugi


Rabu, 08 Juli 2020 / 16:34 WIB
ILUSTRASI. Importir buah dan sayur segar dalam negeri harus merogoh kocek lebih akibat keterlambatan pengurusan layanan karantina.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

Sejauh ini, pihak Barantan belum memberikan repson ketika dihubungi oleh Kontan.co.id melalui telepon dan layanan pesan Whatsapp. Namun dalam keterangan resmi tertulisnya, pihak Barantan menyebutkan bahwa upaya perbaikan oleh tim Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian sudah dimulai dari tanggal 5  Juli 2020 lalu.

Sembari perbaikan dilakukan, respon perizinan karantina pertanian ke portal Indonesia National Single Window (INSW) dan permohonan pemeriksaan karantina pertanian akan dilakukan secara manual.

Melihat kondisi yang ada, Hendra berharap ke depannya pembangunan sistem infrasturktur jaringan nirkabel yang tangguh dapat terus dilakukan dan ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara untuk jangka pendek, pihaknya hanya bisa berharap upaya perbaikan bisa dituntaskan sesegera mungkin.

“Asosiasi cuma bisa terus menerus memohon bantuan pihak IT Barantan memperbaiki sistemnya secepat mungkin,” tutur Hendra.

Baca Juga: Kementan telah merealisasikan 44% anggaran hingga awal Juli 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×