kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lebih baik pengusaha fokus pada peningkatan daya saing


Rabu, 18 Agustus 2010 / 07:14 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Pemerintah masih akan membicarakan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk industri sebesar 12% - 15% pada tahun 2011 nanti.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pemerintah meminta para pengusaha agar lebih memfokuskan pada peningkatan daya saing terlebih dahulu. Sebab,"Daya saing itu penting. Jangan dulu memikirkan kenaikan (TDL)," ujar Hidayat Senin (16/8).

Ia menambahkan, tarif TDL yang saat ini berlaku untuk industri saat ini sudah merupakan beban yang bisa ditanggung oleh pelaku industri secara optimal. “Kenaikan TDL sebaiknya jangan dibicarakan sekarang. Saya tidak mau berandai-andai, nanti saya jadi mediator lagi,”ujarnya.

Menteri Keuangan Agus Martowardodjo mengatakan asumsi kenaikan TDL sebesar 15% untuk industri ini akan dilakukan pada awal tahun depan. "Tapi mengenai detailnya harus ada pembicaaan dengan DPR. Sampai Oktober nanti mungkin baru ada finalnya," ujar Agus saat konferensi pers, Senin (16/8).

Hidayat menambahkan, saat ini yang perlu diperhatikan oleh pelaku industri selain TDL adalah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ia bilang, penguatan nilai tukar akan menyebabkan harga komoditas dalam negeri tidak bisa bersaing dengan produk impor. Sehingga jika nilai tukar rupiah terlalu kuat, akan membuat harga komoditas nasional tidak akan kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×