kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Kerusuhan Priok Bisa Jatuhkan Daya Saing Ekspor Indonesia


Jumat, 16 April 2010 / 18:21 WIB
Kerusuhan Priok Bisa Jatuhkan Daya Saing Ekspor Indonesia


Reporter: Uji Agung Santosa |

JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai kerusuhan di Pelabuhan Internasional Tanjung Priuk dapat menjatuhkan daya saing ekspor dan kenyamanan layanan infrastruktur nasional di mata dunia. Untuk itu, HIPMI berharap pemerintah daerah dan PT Pelindo bisa mengedepankan win-win solution dalam menangani potensi sengketa dengan masyarakat di sekitar pelabuhan.

Ketua Bidang Perdagangan Luar Negeri HIPMI Harry Warganegara juga berharap peristiwa serupa tidak terjadi di pelabuhan lainnya. "Jika terulang akan menurunkan daya saing ekspor dan bisa berdampak pada perekonomian nasional,” katanya di Jakarta, Jumat (16/4).

Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia sedang mempersiapkan diri menghadapi persaingan perdagangan dalam konteks Asean China Free Trade Agreement (ACFTA). Ketersediaan infrastruktur, kenyamanan, keamanan dan keberlanjutan bagi aktifitas bongkar-muat di pelabuhan sangat diperlukan.

Dengan adanya kerusuhan ini, dikhawatirkan rating pelabuhan Indonesia melorot sehingga nilai asuransi kapal jadi tinggi yang pada akhirnya akan membuat daya saing untuk biaya pelabuhan melemah. Citra layanan perdagangan internasional juga akan mudah tercoreng sebab pelabuhan internasional merupakan simbol kekuatan ekonomi suatu negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×