kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.897   15,00   0,08%
  • IDX 6.307   -67,23   -1,05%
  • KOMPAS100 824   -11,63   -1,39%
  • LQ45 626   -7,55   -1,19%
  • ISSI 218   -2,13   -0,97%
  • IDX30 350   -4,22   -1,19%
  • IDXHIDIV20 426   -3,51   -0,82%
  • IDX80 94   -1,28   -1,34%
  • IDXV30 118   -0,88   -0,75%
  • IDXQ30 111   -1,14   -1,02%

Kerusuhan Priok Bisa Jatuhkan Daya Saing Ekspor Indonesia


Jumat, 16 April 2010 / 18:21 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa |

JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai kerusuhan di Pelabuhan Internasional Tanjung Priuk dapat menjatuhkan daya saing ekspor dan kenyamanan layanan infrastruktur nasional di mata dunia. Untuk itu, HIPMI berharap pemerintah daerah dan PT Pelindo bisa mengedepankan win-win solution dalam menangani potensi sengketa dengan masyarakat di sekitar pelabuhan.

Ketua Bidang Perdagangan Luar Negeri HIPMI Harry Warganegara juga berharap peristiwa serupa tidak terjadi di pelabuhan lainnya. "Jika terulang akan menurunkan daya saing ekspor dan bisa berdampak pada perekonomian nasional,” katanya di Jakarta, Jumat (16/4).

Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia sedang mempersiapkan diri menghadapi persaingan perdagangan dalam konteks Asean China Free Trade Agreement (ACFTA). Ketersediaan infrastruktur, kenyamanan, keamanan dan keberlanjutan bagi aktifitas bongkar-muat di pelabuhan sangat diperlukan.

Dengan adanya kerusuhan ini, dikhawatirkan rating pelabuhan Indonesia melorot sehingga nilai asuransi kapal jadi tinggi yang pada akhirnya akan membuat daya saing untuk biaya pelabuhan melemah. Citra layanan perdagangan internasional juga akan mudah tercoreng sebab pelabuhan internasional merupakan simbol kekuatan ekonomi suatu negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×