kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Lemonilo Perluas Distribusi Produk FMCG, Kini Tembus 103.000 Titik Penjualan


Jumat, 02 Oktober 2026 / 19:28 WIB
Lemonilo Perluas Distribusi Produk FMCG, Kini Tembus 103.000 Titik Penjualan
ILUSTRASI. Lemonilo Chimi (Dok/Lemonilo)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan consumer goods asal Indonesia, Lemonilo, memperluas jaringan distribusinya seiring perubahan bisnis dari lokapasar produk sehat menjadi produsen barang konsumsi dengan sejumlah kategori.

Memasuki usia 10 tahun, produk Lemonilo kini telah tersedia di lebih dari 103.000 titik penjualan di Indonesia serta sejumlah pasar internasional.

Portofolionya mencakup berbagai produk kebutuhan konsumsi sehari-hari, mulai dari mi instan, camilan hingga bumbu dapur.

Co-Founder dan Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia mengatakan, perkembangan bisnis selama satu dekade membuat perusahaan memperluas perhatian terhadap aspek pengelolaan bisnis, termasuk tata kelola, pekerja, komunitas, lingkungan dan konsumen.

Baca Juga: Damai Putra Group Tambah Portofolio Hunian di Bekasi, Sasar Segmen Keluarga Muda

“B Corp bagi kami merupakan awal dari tanggung jawab yang baru,” ujar Shinta dalam keterangan resmi, Jumat (2/10).

Lemonilo juga telah memperoleh sertifikasi B Corp dari B Lab. Sertifikasi tersebut menilai praktik perusahaan melalui lima aspek, yakni governance, workers, community, environment dan customers.

Dalam aspek governance, penilaian mencakup tujuan perusahaan, dampak sosial dan lingkungan, etika serta transparansi.

Sementara aspek workers mencakup kesejahteraan pekerja, keamanan finansial, kesehatan dan keselamatan, pengembangan karier serta keterlibatan karyawan.

Adapun aspek community menilai dampak perusahaan terhadap komunitas, kontribusi ekonomi, keterlibatan masyarakat dan praktik rantai pasok. Dari sisi environment, penilaian mencakup dampak operasional terhadap udara, iklim, air, tanah dan keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Kejar Efisiensi dan Mengurangi Emisi, RS Mardi Rahayu Pasang PLTS Atap

Sementara itu, aspek customers mencakup kualitas produk dan layanan, praktik pemasaran, perlindungan data serta mekanisme bagi konsumen untuk memberikan masukan.

Bagi Lemonilo, sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya memasukkan aspek sosial dan lingkungan ke dalam proses bisnis, bukan hanya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Dari sisi produk, Lemonilo mengembangkan produk dengan standar tanpa 3P, yakni pengawet, penguat rasa dan pewarna buatan. Perusahaan kemudian memperluas kategori produk seiring perkembangan model bisnisnya.

Lemonilo didirikan pada 1 Oktober 2016 oleh Shinta Nurfauzia, Ronald Wijaya dan Johannes Ardiant. Pada awalnya, perusahaan membangun model lokapasar yang menyediakan produk-produk sehat.

Baca Juga: Jaringan Fiber Makin Masif, Jartatel Mendorong Penataan dan Pembenahan Kabel

Model bisnis tersebut kemudian berkembang menjadi perusahaan consumer goods dengan kategori produk yang lebih beragam. Perluasan jaringan distribusi menjadi salah satu bagian dari ekspansi bisnis tersebut.

Ke depan, Lemonilo menyatakan akan melanjutkan pengembangan bisnis sekaligus meningkatkan standar pengelolaan perusahaan dengan memperhatikan aspek tata kelola, pekerja, komunitas, lingkungan dan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×