kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Linktown Raih Prestasi Setelah Tancap Gas di Era Brokerage Digital,


Selasa, 17 Februari 2026 / 14:45 WIB
Linktown Raih Prestasi Setelah Tancap Gas di Era Brokerage Digital,
ILUSTRASI. Summarecon Agung (Dok Summarecon/Summarecon Agung)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri brokerage properti di Indonesia mengalami perubahan besar dalam lima tahun terakhir. Transformasi ini tidak hanya terlihat pada model bisnis perusahaan, tetapi juga pada perilaku konsumen yang semakin kritis dan berbasis data.

Co-Founder Linktown, Abel Kurniajaya, mengungkapkan bahwa calon pembeli kini cenderung melakukan riset mandiri secara online sebelum menghubungi agen. Mereka membandingkan harga, lokasi, hingga rekam jejak pengembang melalui berbagai platform digital. Sensitivitas terhadap harga memang tetap tinggi, namun kini disertai pertimbangan nilai jangka panjang seperti potensi capital gain, akses infrastruktur, serta reputasi developer.

Perubahan perilaku ini mendorong pergeseran pendekatan pemasaran. Konsumen lebih menyukai pola konsultatif dibandingkan metode hard selling. Agen dituntut mampu berperan sebagai penasihat investasi yang memberikan analisis dan rekomendasi berbasis data, bukan sekadar menawarkan unit.

Dari sisi promosi, strategi konvensional juga semakin ditinggalkan. Optimalisasi media sosial, marketplace properti, performance ads, hingga pemanfaatan database dan sistem customer relationship management (CRM) menjadi tulang punggung pemasaran. “Meski demikian, event offline tetap dinilai relevan, hanya saja kini terintegrasi dengan kampanye digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efektivitas akuisisi konsumen,” kata Abel dalam keterangannya. Senin (16/2/2026)

Baca Juga: Linktown Berhasil Jual 1.800 Unit Properti Sepanjang 2025

Persaingan antar broker pun kian ketat dengan hadirnya agen independen dan agency berbasis teknologi. Diferensiasi tidak lagi hanya bertumpu pada jumlah listing, tetapi pada kualitas layanan, kecepatan respons, serta kemampuan closing. Dalam kondisi ini, pemanfaatan teknologi seperti dashboard digital, virtual tour, dan data analytics menjadi standar baru untuk meningkatkan produktivitas sekaligus transparansi.

Ke depan, industri brokerage diproyeksikan semakin data-driven dengan layanan yang menekankan transparansi dan kecepatan. Model kemitraan jangka panjang dengan developer juga diperkirakan akan menjadi strategi utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Menjawab tren tersebut, Linktown memperkuat ekosistem teknologi internal, termasuk pengembangan CRM, sistem analitik, dan monitoring performa agen. Perusahaan juga meningkatkan kualitas pelatihan serta sertifikasi agen secara berkelanjutan, memperluas kolaborasi strategis dengan developer nasional dan regional, serta mengintegrasikan pemasaran offline dan online dalam satu strategi terpadu.

Berdiri pada 2 Februari 2020, Linktown terbilang pemain baru di industri broker properti. Namun dalam waktu singkat, perusahaan ini berhasil menjadi salah satu brand terkemuka lewat sejumlah prestasi dan penghargaan.

Co-Founder Linktown Deryan Nataniel menyebut keberhasilan tersebut ditopang lima strategi utama: fokus pada pasar primary dengan relasi eksklusif bersama developer, sistem dan SOP penjualan terstandarisasi, pelatihan agen berkelanjutan, pemanfaatan teknologi internal (CRM dan data analytics), serta budaya kerja kolaboratif dan berorientasi hasil.

Baca Juga: AREBI Dorong Implementasi Wajib Lisensi Broker Lewat Rakernas

Keunggulan Linktown terletak pada kualitas SDM, dukungan teknologi terintegrasi, marketing support terpusat, serta kemitraan jangka panjang dengan developer. Rekrutmen agen dilakukan selektif berbasis karakter dan komitmen, disertai onboarding dan pendampingan mentor. “Dengan strategi terstruktur dan dukungan teknologi, Linktown optimistis terus memperkuat posisinya di industri brokerage nasional,” kata Deryan. 

Atas strategi yang diambil, Linktown berhasil menorehkan penjualan moncer tahun  2025 hingga mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Summarecon Awards 2026 pada Jumat (13/2/2026). Capaian ini menegaskan konsistensi kinerja dan strategi penjualan perusahaan dalam memasarkan proyek-proyek Summarecon.

Dalam ajang yang digelar PT Summarecon Agung Tbk tersebut, Linktown meraih Top 1 – Best of the Best Agent Properti Summarecon, Top 1 – Summarecon Crown Gading, serta Top 3 untuk Summarecon Bekasi dan Summarecon Bandung.

Co-Founder Linktown, Swandy Sutanto, menyatakan penghargaan ini diraih berkat capaian Best on Value, yakni kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten. “Prestasi ini berhasil dipertahankan dua tahun berturut-turut pada periode 2024–2025, memperkuat posisi Linktown sebagai mitra strategis Summarecon,” pungkasnya. 

Selanjutnya: AS–Iran Kembali Berunding di Jenewa, Ancaman Militer Membayangi

Menarik Dibaca: Cara Berbagi dan Mengatur Keuangan di Tahun Kuda Api ala Blu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×