kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lion Air Group pesan mesin pesawat senilai US$ 5,5 miliar


Kamis, 29 Maret 2018 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Lion Air dirawat di GMF AeroAsia


Reporter: Aulia Fitri Herdiana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lion Group resmi melakukan pemesanan 380 unit mesin LEAP-1A dari CFM Internasional. Mesin tersebut nantinya akan digunakan pada pesawat Airbus A320neo/A321neo.

Pesanan pesawat telah diumumkan sejak Maret 2013 sedangkan kesepakatan akhir pemesanan mesin senilai US$ 5,5 miliar diumumkan pada Februari 2016.

"Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan CFM, hal ini sejalan untuk meningkatkan dan memperkuat strategi bisnis dengan melakukan pemesanan mesin LEAP dan CFM56," ucap President and Chief Executive Officer of Lion Air Group Edward Sirait pada Kamis (29/3).

Selain mesin LEAP-1A, Lion Group juga memesan sebanyak 544 unit mesin LEAP-1B untuk digunakan pada pesawat Boeing 737 MAX 8, MAX 9, dan MAX 10. Saat ini 10 unit pesawat tersebut telah dioperasikan oleh Lion Air.

Lion Group menjadi pengguna mesin LEAP terbesar di dunia dengan total armada yang memanfaatkan 924 mesin LEAP senilai US$ 13,4 miliar.

Kesepakatan yang dilakukan hari ini juga termasuk dalam perluasan layanan Material Service Agreement (MSA) selama 25 tahun untuk mesin CFM56-7B, CFM56-5B, dan LEAP-1B serta ke depannya juga termasuk mesin LEAP-1A.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×