kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Lippo Homes incar wilayah Timur Indonesia


Minggu, 06 September 2015 / 11:38 WIB
Lippo Homes incar wilayah Timur Indonesia


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Lippo Homes, anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), ingin memperbesar bisnis properti di kawasan timur Indonesia. Wilayah ini dinilai sangat menjanjikan untuk bisnis pembangunan perumahan atau hospitality.

“Misalnya, Makassar-Sulawesi Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi sehingga kebutuhan perumahan meningkat,” kata Jopy Rusli, Chief Marketing Officer Lippo Homes, Kamis (3/9).

Saat ini, Lippo Homes memiliki proyek properti di Makassar-Sulawesi Selatan dan Manado-Sulawesi Utara.

Salah satu, proyek Lippo di Makassar adalah mixed use St Moritz dengan nila investasi Rp 3,5 triliun yang akan dibangun di atas lahan selyas 2,7 hektare (ha). Dan, proyek Lippo di Manado adalah Mocano Bay dengan nilai investasi sekitar Rp 6 triliun yang akan dibangun di atas lahan seluas ha dengan jangka waktu kurang lebih selama lima tahun,

Jopy menambahkan, pihaknya kembali mengincar kota-kota besar di luar Jabodetabek khususnya kota di wilayah timur Tanah Air untuk mendirikan kota mandiri.

Namun, ia belum dapat menyampaikan secara detail waktu proyek dan kota mana saja yang akan menjadi pilihan Lippo, karena masih dalam kajian perusahaan. “Kami sedang susun proyek,” tambahnya.

Riset Bank Indonesia (BI) melaporkan, wilayah Makassar dan Manado mencatat kenaikan harga rumah tertinggi dibandingkan kota lain. Meskipun kedua kota ini mencatat kenaikan harga tinggi, namun tren harga properti cenderung turun. “Untuk harga tanah di Makassar sekitar Rp 5 juta per meter persegi (m2),” ucap Jopy.

BI memprediksi di Makassar untuk harga rumah tipe kecil tumbuh 19,18% di kuartal III/2015 atau lebih rendah dari pertumbuhan 21,38% di kuartal III/2014. Kemudian, harga rumah tipe menengah tumbuh 11,40% di kuartal III/2015 atau lebih rendah dari pertumbuhan 18,73% di kuartal III/2014. Harga rumah tipe besar tumbuh 8,14% di kuartal III/2015 atau lebih rendah dari pertumbuhan 12,53% di kuartal III/2014.

Sedangkan, prediksi di Manado untuk harga rumah tipe kecil tumbuh 9,10% di kuartal III/2015 atau lebih rendah dari pertumbuhan 24,85% di kuartal III/2014. Kemudian, harga rumah tipe menengah tumbuh 5,49% di kuartal III/2015 atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 18,09% di kuartal III/2014. Serta, harga rumah untuk tipe besar tumbuh 4,10% di kuartal III/2015 atau lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 14,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×