kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Listrik padam, Alfamart kehilangan pendapatan Rp 25 miliar


Senin, 05 Agustus 2019 / 16:16 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pemadaman listrik yang terjadi kemarin (4/8) turut berdampak pada terganggunya bisnis Alfamart.

Padamnya listrik pun menyebabkan Alfamart menutup gerainya lebih awal. Akibatnya, Alfamart mencatat adanya potensi kehilangan kesempatan menjual (loss sales) sebesar Rp 25 miliar.

Baca Juga: Polri akan ikut investigasi penyebab pemadaman listrik PLN

"Kemarin, sebanyak 224 toko terpaksa tutup lebih awal sebelum jam operasional normal berakhir. Potensi kehilangan penjualan kurang lebih Rp 25 miliar," Corporate Communication General Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Nur Rachman kepada Kontan.co.id, Senin (5/8).

Nur mengatakan, beberapa toko masih bisa beroperasi dengan menggunakan genset, dia menjelaskan, toko yang terpaksa ditutup pun merupakan toko-toko yang tak memiliki fasilitas tersebut.

Tak hanya berdampak pada Alfamart, Nur pun menilai pemadaman listrik tersebut berpengaruh pada konsumen. "Konsumen juga terganggu kenyamanannya akibat listrik yang padam," tambahnya.

Nur mengakui pihaknya menyayangkan adanya pemadaman listrik yang secara tiba-tiba tersebut. Nur meminta, ke depan, PLN melakukan evaluasi terkait hal ini. Mengingat pemadamannya dilakukan serentak di banyak wilayah, Nur pun berharap PLN memberikan pengumuman lebih dahulu supaya Alfamart dapat mencari cara untuk melayani konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×