kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Listrik padam bergilir, produksi plastik turun 25%


Selasa, 13 Mei 2014 / 19:52 WIB
Listrik padam bergilir, produksi plastik turun 25%
ILUSTRASI. 5 Jus Anti Penuaan untuk Bantu Memperlambat Proses Penuaan.


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemadaman listrik yang terjadi pada sore hingga malam kemarin di Jakarta dan Tangerang membuat pelaku industri resah. Pasalnya jika pemadaman ini terus terjadi, bisa menurunkan produksi dan menaikkan biaya operasi.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik (INAplas), Budi Susanto mengatakan pemadaman listrik mengganggu kinerja produksi pabrik. Akibat pemadaman, pelaku industri terpaksa memakai tenaga genset.

Menurutnya, rata-rata anggota INAplas memakai genset berkapasitas 600 mega watt. Jika genset tersebut terus digunakan dalam satu bulan, beban produksi akan naik sebesar 30%.

Selain itu, “Jika pemadaman terjadi selama 10 jam dalam satu bulan. Itu berarti penurunan produksi plastik dapat menurun 1,38%,” katanya, Selasa (13/5).

Meskipun PLN telah memastikan bahwa mulai hari ini pemadaman akan dilakukan bergilir selama tiga jam. Tetap saja akan mengganggu produksi.

Menurut Budi, jika pemadaman bergilir berlangsung selama seminggu penuh, akan terjadi penurunan produksi yang signifikan yakni sebesar 25%. “TDL (tarif dasar listrik) naik, tapi kok pelayanannya turun,” keluhnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, INAplas khawatir  industri plastik akan sulit bersaing dalam perdagangan bebas ASEAN di tahun depan.

Dengan pemadaman listrik ini, tidak menutup kemungkinan jika akan ada menaikkan harga 10-20%. "Pastinya kita akan sulit untuk menekan harga," tambah Budi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×